Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Tak Sengaja Pedang Kuno Ubah Sejarah Arkeologi Sungai Korte Linschoten

Prisilia Rumengan • Rabu, 9 Juli 2025 | 21:23 WIB

Pedang abad pertengahan yang dipajang di museum Belanda (credit: Ruben de Heer/Rijksmuseum van Oudheden)
Pedang abad pertengahan yang dipajang di museum Belanda (credit: Ruben de Heer/Rijksmuseum van Oudheden)

RADARPAPUA – Sebuah pedang abad pertengahan yang ditemukan secara tak sengaja oleh pekerja konstruksi di Belanda kini resmi dipamerkan di Museum Purbakala Nasional Belanda (RMO) di kota Leiden.

Penemuan mengejutkan ini terjadi pada Maret 2024, saat dilakukan pengerukan pemeliharaan di sungai kecil Korte Linschoten.

Pekerja awalnya mengira mereka hanya menemukan potongan besi panjang. Namun, benda tersebut ternyata adalah pedang bersejarah dengan panjang lebih dari satu meter yang diperkirakan berasal dari tahun 1050 hingga 1150 M.

Museum kemudian menamai artefak ini sebagai Pedang Linschoten, merujuk pada lokasi penemuannya.

Pedang ini memiliki pelindung silang yang khas dan gagang berbentuk seperti kacang Brazil. Bilahnya diasah tajam di kedua sisi, dan dihiasi dengan potongan tembaga berwarna keemasan yang membentuk simbol salib dan simpul tak berujung.

Dekorasi tersebut dinilai langka dan menunjukkan kemungkinan adanya makna spiritual atau ritual di balik penggunaannya.

Menurut pihak museum, pedang ini kemungkinan besar dibuat dari besi berkualitas tinggi yang ditambang dari wilayah perbukitan Veluwe, Belanda. Tidak ditemukan sisa sarung pedang, yang memperkuat dugaan bahwa benda tersebut sengaja dibuang ke sungai sebagai bagian dari ritual.

Kurator RMO, Annemarieke Willemsen, menyebut penemuan ini sebagai kejadian langka dalam dunia arkeologi.

"Pedang abad pertengahan yang masih dalam kondisi baik sangat jarang ditemukan. Besi yang digunakan sangat berkualitas dan terjaga karena tertimbun dalam tanah basah yang miskin oksigen," jelasnya.

Ia juga membandingkan penemuan ini dengan pedang lain dari era yang sama, seperti pedang 'Ulfberht' yang ditemukan di Sungai Schelde.

Menurutnya, banyak pedang dari Abad Pertengahan memang dibuang ke sungai dan terpelihara dengan sangat baik karena lingkungan anaerobik.

Meski struktur logam pedang ini masih sangat utuh, beberapa bagian organik seperti gagang kayu dan pembungkus kulit sudah menghilang akibat waktu.

Namun, jejak kayu pada pedang masih bisa terlihat, yang menunjukkan kondisi konservasi yang luar biasa setelah lebih dari 1.000 tahun.

Pedang Linschoten diyakini menjadi salah satu peninggalan dari masa ketika konflik sering terjadi di wilayah Belanda.

Museum mencatat bahwa pada periode itu, Uskup Utrecht memiliki kekuasaan besar, meskipun wilayah Holland dan Flanders mulai bangkit secara politik dan militer.

Kini, Pedang Linschoten tidak hanya menjadi objek pameran, tapi juga membuka pintu untuk kajian lebih lanjut tentang praktik ritual, sejarah peperangan, dan keterampilan metalurgi pada masa Abad Pertengahan di wilayah Eropa Barat.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Simbol salib #pedang #pedang abad pertengahan #penemuan #sejarah