Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Neanderthal di Belgia Ubah Tulang Singa Gua Jadi Alat Serba Guna yang Tahan Lama

Prisilia Rumengan • Rabu, 9 Juli 2025 | 22:03 WIB

Ilustrasi hewan singa (canva.com)
Ilustrasi hewan singa (canva.com)

RADARPAPUA - Sebuah penemuan menakjubkan di Gua Scladina, Belgia, kembali menyibak kecanggihan Neanderthal dalam memanfaatkan alam sekitar.

Para arkeolog menemukan alat kuno yang diperkirakan berusia sekitar 130.000 tahun, terbuat dari tulang singa gua—salah satu predator paling ditakuti di masa prasejarah Eurasia.

Alat ini disebut sebagai "retoucher", digunakan untuk membentuk atau memperhalus peralatan batu lainnya, dan digambarkan menyerupai pisau Swiss Army versi prasejarah.

Penemuan ini tidak hanya menambah daftar kecakapan Neanderthal, tapi juga menjadi bukti pertama bahwa mereka mampu mengeksploitasi predator besar seperti singa gua bukan untuk simbol atau status, melainkan untuk tujuan praktis.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports mengungkap bahwa Neanderthal tidak sembarangan memilih tulang.

Mereka secara khusus memburu bagian tibia—tulang kering—dari singa gua karena bentuk dan ketahanannya cocok untuk dijadikan alat.

Salah satu dari empat alat yang ditemukan bahkan menunjukkan tanda-tanda penggunaan awal sebagai pahat, sebelum akhirnya dimodifikasi menjadi retoucher.

Arkeolog yang memimpin studi ini menyebutkan bahwa seluruh proses pembuatan alat, atau chaîne opératoire, menunjukkan langkah-langkah sistematis dan efisien.

Ini juga terlihat pada artefak lain di gua tersebut yang terbuat dari tulang beruang gua, menandakan bahwa Neanderthal memilih bahan berdasarkan fungsi, bukan karena makna simbolik atau spiritual.

Penemuan dari Gua Scladina menjadi penting karena situs ini sebelumnya juga dikenal sebagai tempat ditemukannya sisa-sisa anak Neanderthal yang terawetkan dengan baik.

Kini, dengan hadirnya bukti penggunaan tulang singa sebagai alat multifungsi, gambaran mengenai kecerdasan praktis dan keterampilan teknis Neanderthal menjadi semakin kuat.

Studi ini juga memberi pemahaman baru bahwa kelompok Neanderthal tidak hanya berburu untuk makanan atau pakaian, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam mengenai desain alat dan sifat material dari setiap bagian tubuh hewan yang mereka buru.

Dalam konteks ini, mereka bukan sekadar manusia gua biasa, melainkan inovator purba yang cerdas dan terampil.

Dengan alat-alat tulang yang tahan lama dan multifungsi ini, terbukti bahwa manusia prasejarah memiliki pemikiran strategis, kemampuan perencanaan, serta daya cipta tinggi dalam menghadapi kerasnya kehidupan Zaman Es. (Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#tulang #arkeolog #penemuan #alat serbaguna #Belgia #Neanderthal #singa