RADARPAPUA - Nvidia resmi menjadi perusahaan teknologi pertama di dunia yang mencapai kapitalisasi pasar senilai US$ 4 triliun.
Kapitalisasi pasar adalah total nilai perusahaan berdasarkan harga saham dikalikan jumlah saham yang beredar.
Capaian ini menandai momen penting dalam dunia teknologi dan bisnis global.
Nvidia adalah perusahaan yang dikenal karena membuat chip grafis atau GPU (Graphics Processing Unit) untuk komputer.
Namun kini, Nvidia juga menjadi pemimpin dalam pengembangan chip untuk kecerdasan buatan (AI).
Menurut Reuters – lonjakan nilai saham Nvidia terjadi karena meningkatnya permintaan untuk chip AI di seluruh dunia.
GPU buatan Nvidia digunakan dalam berbagai teknologi canggih seperti mobil otonom, robot, dan superkomputer.
Selain itu, Nvidia juga menjadi penyedia utama chip untuk perusahaan besar seperti Microsoft, Google, Amazon, dan Meta.
Dilansir dari TS2 Tech – teknologi AI generatif seperti ChatGPT dan Gemini membutuhkan banyak tenaga komputasi dari chip Nvidia.
Lonjakan penggunaan AI membuat permintaan terhadap GPU Nvidia naik drastis dalam dua tahun terakhir.
Nvidia juga terus mengembangkan chip baru seperti H100 dan Blackwell B200 yang jauh lebih kuat dan hemat energi.
Nilai saham Nvidia naik lebih dari 240% dalam 12 bulan terakhir, menurut data Nasdaq per 10 Juli 2025.
Baca Juga: Relief Dewi Kemenangan Ditemukan di Hadrian’s Wall: Temuan Menakjubkan dari Masa Romawi
Kenaikan ini membuat Nvidia menyalip Apple dan Microsoft dalam nilai pasar, meskipun hanya untuk waktu sementara.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut bahwa AI adalah "revolusi industri berikutnya" yang akan menyentuh semua bidang kehidupan.
AI digunakan dalam dunia medis, pendidikan, hiburan, industri, bahkan militer dan pertanian.
Dengan kemampuan GPU yang makin canggih, AI bisa belajar lebih cepat, mengenali gambar, memahami suara, dan membuat teks atau gambar otomatis.
Salah satu alasan utama mengapa Nvidia bisa tumbuh pesat adalah karena mereka menguasai pasar chip AI lebih dari 80%.
Tidak banyak pesaing Nvidia di segmen chip AI kelas atas, sehingga mereka menjadi andalan perusahaan teknologi besar.
Nvidia juga terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan agar bisa terus memimpin pasar.
Meski begitu, beberapa analis memperingatkan bahwa valuasi sebesar US$ 4 triliun bisa berisiko jika pasar AI melambat.
Namun untuk saat ini, Nvidia menikmati posisi sebagai raja baru dunia teknologi.
Perusahaan yang dulu hanya dikenal oleh gamer, kini menjadi pusat perhatian investor dan pemimpin industri di seluruh dunia.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan