Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tren Aneh Simpanse di Penangkaran: Masukkan Rumput ke Telinga dan Pantat untuk Ikat Pergaulan

Richard Lawongan • Kamis, 10 Juli 2025 | 22:50 WIB

Simpanse-simpanse ini mengenakan sehelai rumput seperti sebuah aksesori.
Simpanse-simpanse ini mengenakan sehelai rumput seperti sebuah aksesori.

RADARPAPUA -
Para ilmuwan menemukan perilaku unik pada simpanse yang hidup di penangkaran. Simpanse-simpanse ini mulai memasukkan sehelai rumput ke telinga atau ke pantat mereka, lalu membiarkannya tergantung begitu saja. Ini seperti “tren” atau gaya baru di antara mereka.

Awalnya, pada tahun 2010, seekor simpanse betina bernama Julie mulai sering menaruh rumput di telinganya. Teman-teman kelompoknya lalu ikut meniru. Setelah Julie mati pada 2013, beberapa simpanse di kelompoknya masih melakukan kebiasaan ini.

Lalu pada 2023, kelompok simpanse lain di tempat yang sama juga mulai meniru, tapi dengan gaya lebih “berani”, yaitu menaruh rumput di pantat. Dalam waktu seminggu, hampir semua anggota kelompok itu ikut melakukannya.

Para peneliti yakin kebiasaan ini muncul karena simpanse di penangkaran punya banyak waktu luang. Berbeda dengan simpanse liar yang sibuk mencari makan dan waspada terhadap bahaya, simpanse penangkaran tinggal menunggu makanan datang.

Meski terdengar aneh, kebiasaan ini mungkin membantu simpanse merasa lebih dekat satu sama lain. Dengan meniru teman, mereka bisa menunjukkan rasa suka atau ingin diterima dalam kelompok, mirip seperti manusia yang suka mengikuti tren supaya merasa kompak. (*)

Editor : Richard Lawongan
#tren #aneh #Pantat #simpanse #telinga #penangkaran