RADARPAPUA - Sebuah perusahaan bioteknologi bernama Colossal Biosciences mau mencoba menghidupkan lagi burung moa raksasa yang sudah punah sejak sekitar 600 tahun lalu di Selandia Baru. Moa adalah burung besar yang tidak bisa terbang dan tingginya bisa sampai 3,6 meter.
Para ilmuwan di Colossal bilang mereka akan memakai rekayasa genetika untuk menciptakan hewan mirip moa dalam waktu 10 tahun ke depan. Mereka akan mengambil DNA moa yang masih tersisa dari tulang-tulangnya, lalu membandingkannya dengan DNA burung yang masih hidup sekarang, seperti burung emu dan tinamou, yang merupakan kerabat dekat moa.
Setelah itu, mereka akan mengubah DNA burung emu atau tinamou supaya mirip moa, lalu memasukkan sel yang sudah dimodifikasi itu ke dalam telur induk burung, supaya bisa menetas jadi anak burung mirip moa. Burung-burung ini rencananya tidak akan dilepas liar atau dimasukkan ke kebun binatang, tapi akan ditempatkan di kawasan alam yang dipagari.
Namun banyak ilmuwan yang tidak setuju. Mereka bilang burung hasil proyek ini bukanlah moa asli, hanya mirip moa saja. Selain itu, belum ada teknologi yang benar-benar bisa menghidupkan spesies yang sudah lama punah. Mereka khawatir ini hanya akan menimbulkan masalah baru, seperti di film Frankenstein.
Meskipun begitu, proyek ini bisa membantu penelitian tentang DNA burung-burung langka dan mungkin juga bermanfaat untuk menyelamatkan hewan lain yang hampir punah. (*)
Editor : Richard Lawongan