Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Sarung Tinju Romawi Berusia 1900 Tahun Ditemukan di Dekat Tembok Hadrian Inggris

Prisilia Rumengan • Jumat, 11 Juli 2025 | 12:54 WIB

The Guardian Sarung tangan tersebut, meskipun bukan satu set yang serasi, merupakan yang pertama dari jenisnya yang ditemukan. (credit: allthatsinteresting.com)
The Guardian Sarung tangan tersebut, meskipun bukan satu set yang serasi, merupakan yang pertama dari jenisnya yang ditemukan. (credit: allthatsinteresting.com)

RADARPAPUA - Sepasang sarung tinju Romawi kuno yang berusia hampir 1900 tahun berhasil ditemukan dalam kondisi luar biasa di dekat Tembok Hadrianus, Inggris.

Penemuan langka ini dianggap sebagai satu-satunya contoh fisik yang masih bertahan dari jenisnya, dan menjadi bukti nyata praktik tinju di era Kekaisaran Romawi.

Sarung tinju ini ditemukan di situs arkeologi Vindolanda, tepatnya di barak kavaleri pra-Hadrian yang masih aktif digali oleh tim Vindolanda Trust.

Berbeda dengan sarung tinju modern, benda bersejarah ini lebih menyerupai pelindung buku jari tebal.

Terbuat dari kulit yang dilapisi bahan alami, sarung ini dirancang untuk menahan benturan keras.

Meski usianya hampir dua milenium, sarung tangan tersebut tetap bisa dikenakan, dengan detail seperti jejak buku jari kuno yang masih terlihat jelas di permukaannya.

Kedua sarung tinju tersebut bukan sepasang yang identik, namun keduanya ditemukan dalam satu lokasi.

Keberadaan mereka yang terkubur di bawah lantai barak membantu melestarikan material alami yang biasanya mudah membusuk.

Kondisi tanpa oksigen dan kelembapan rendah menjadi faktor utama yang membuat benda ini tetap terjaga selama berabad-abad.

Menurut Direktur Penggalian Vindolanda Trust, momen saat menemukan benda ini begitu menggetarkan.

“Rambut tengkuk Anda berdiri ketika menyadari telah menemukan sesuatu yang menakjubkan seperti sarung tinju ini,” katanya dalam wawancara.

Ia menambahkan, benda ini memberi konteks nyata terhadap gambaran tinju yang sebelumnya hanya dikenal lewat lukisan dinding, mosaik, dan vas.

Patricia Birley, mantan direktur Vindolanda Trust, juga menyampaikan bahwa benda fisik seperti ini memberikan pemahaman lebih mendalam.

“Anda belajar jauh lebih banyak. Misalnya, salah satu sarung tinju terlihat telah diperbaiki. Itu menunjukkan pemiliknya sangat menghargai benda ini dan berusaha mempertahankannya tetap fungsional,” ungkapnya.

Penemuan ini memperkaya wawasan tentang kehidupan militer dan budaya hiburan di Romawi kuno.

Tinju kala itu dipraktikkan sebagai bentuk latihan dan pertunjukan. Para tentara menggunakan olahraga ini untuk melatih kekuatan dan daya tahan, sementara dalam masyarakat, pertandingan tinju menjadi bagian dari hiburan publik.

Kini, sarung tinju tersebut dipamerkan di museum situs Vindolanda, tidak jauh dari Tembok Hadrianus.

Para pengunjung bisa melihat langsung artefak langka ini yang menghubungkan dunia modern dengan semangat kompetitif dan budaya fisik bangsa Romawi.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#romawi #arkeolog #Sarung #penemuan #tinju #sejarah