RADARPAPUA - Para ilmuwan menemukan fosil dugong purba (hewan laut mirip sapi laut) di Venezuela yang hidup sekitar 23 juta sampai 11 juta tahun lalu. Dugong ini punya kisah tragis. Dugong itu pertama kali diserang oleh buaya besar zaman dulu. Gigi buaya meninggalkan lubang dalam di moncong dugong. Luka-luka itu menunjukkan buaya menggigit wajah dugong untuk membuatnya sulit bernapas, lalu menggulingkannya dalam air supaya mati, mirip cara buaya zaman sekarang membunuh mangsa.
Setelah itu, ketika tubuh dugong sudah mati, datang hiu harimau (jenis hiu yang juga masih ada sekarang) dan mulai memakan bangkainya. Para peneliti menemukan bekas gigitan hiu di kerangka dugong, bahkan ada gigi hiu yang tertancap di lehernya.
Penemuan ini penting karena jarang sekali ilmuwan menemukan fosil yang memperlihatkan satu hewan dimakan oleh dua predator berbeda. Ini membantu ilmuwan memahami rantai makanan di zaman purba, yang ternyata tidak jauh beda dengan sekarang: bangkai hewan mati akan menjadi makanan hewan lain.
Fosil ini ditemukan oleh ilmuwan setelah mendapat kabar dari petani lokal yang melihat “batu aneh.” Saat diperiksa, ternyata itu tulang belulang dugong purba. Butuh waktu berbulan-bulan mempersiapkan penggalian, lalu lima orang bekerja tujuh jam untuk mengangkat kerangkanya. Fosilnya sangat terawat karena terkubur dalam pasir halus.
Lewat bekas gigitan itu, ilmuwan bisa tahu siapa saja pemangsa dugong ini jutaan tahun lalu. Temuan ini menunjukkan, sejak zaman dulu hingga sekarang, alam selalu punya siklus hidup: ada yang mati, lalu menjadi makanan bagi makhluk lainnya. (*)
Editor : Richard Lawongan