Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil 444 Juta Tahun Ditemukan di Afrika: Makhluk Laut Aneh Tanpa Kepala, Kaki, dan Terbalik

Richard Lawongan • Jumat, 11 Juli 2025 | 23:42 WIB

Spesimen fosil berusia 444 juta tahun dari Keurbos susanae dari Afrika Selatan.
Spesimen fosil berusia 444 juta tahun dari Keurbos susanae dari Afrika Selatan.

RADARPAPUA -
Ilmuwan menemukan fosil makhluk laut yang sangat tua, usianya sekitar 444 juta tahun, jauh sebelum zaman dinosaurus. Fosil ini sangat unik karena hanya bagian dalam tubuhnya seperti otot dan usus yang terawetkan. Sementara bagian luar tubuhnya, seperti cangkang keras, kepala, dan kaki, sudah hilang sejak lama.

Makhluk ini ditemukan di pegunungan dekat Cape Town, Afrika Selatan. Fosilnya diberi nama ilmiah Keurbos susanae, tapi para peneliti memanggilnya "Sue", diambil dari nama ibu penemunya.

Peneliti mengatakan Sue adalah arthropoda laut, yaitu hewan beruas-ruas tubuh seperti udang atau kepiting, tapi yang ini hidup di zaman purba. Sue mungkin hidup di laut yang sedikit oksigen tapi banyak zat asam, sehingga tubuhnya bisa awet dalam batuan lumpur.

Hebatnya, meski sudah sangat tua, bagian dalam tubuh Sue masih terlihat jelas. Ilmuwan bisa melihat otot, urat, dan ususnya. Tapi karena fosil ini terawetkan dalam keadaan terbalik (inside-out) dan tanpa kepala serta kaki, mereka masih bingung Sue ini mirip dengan hewan apa yang kita kenal sekarang.

Tempat fosil Sue ditemukan sekarang sudah tertutup akibat penambangan, jadi sulit untuk menemukan fosil Sue lainnya yang mungkin lebih lengkap.

Peneliti bernama Sarah Gabbott, yang menemukan fosil ini, berkata dia menamakan Sue untuk menghormati ibunya. Ibunya selalu mendukung Sarah menjadi ahli fosil karena itu membuatnya bahagia.

Lewat fosil ini, ilmuwan bisa belajar lebih banyak tentang kehidupan laut purba dan bagaimana makhluk-makhluk dulu berkembang sebelum zaman dinosaurus. (*)

Editor : Richard Lawongan
#makhluk laut #fosil #penemuan #Ilmuwan #afrika