RADARPAPUA - SpaceX, perusahaan luar angkasa milik Elon Musk, secara resmi mengumumkan rencana investasi sebesar US$2 miliar untuk mendukung startup AI miliknya, yaitu xAI.
xAI adalah perusahaan yang fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang “lebih aman dan transparan” sebagai alternatif dari AI besar lain seperti OpenAI atau Google DeepMind.
Dilansir dari Reuters – investasi ini merupakan bagian dari putaran pendanaan senilai US$5 miliar yang dilakukan oleh xAI di pertengahan 2025.
Startup ini dikenal lewat produk AI bernama Grok, yaitu chatbot cerdas yang dirancang untuk lebih “berani dan jujur” dibanding ChatGPT.
Grok telah diintegrasikan ke dalam platform media sosial X (dulu Twitter) dan kini digunakan oleh jutaan pengguna setiap hari.
Elon Musk menyebut Grok sebagai “AI yang bisa menjawab hal-hal sensitif yang biasanya ditolak oleh AI lain.”
Baca Juga: Qualcomm Perkenalkan Snapdragon untuk India Lewat XR Day dan Auto Day
Selain Grok, xAI juga tengah mengembangkan teknologi AI untuk robot humanoid bernama Optimus yang juga diproduksi oleh perusahaan Tesla.
Menurut Wall Street Journal – teknologi Grok juga akan digunakan untuk mendukung sistem kontrol dan pengambilan keputusan robot Tesla.
Dengan dukungan SpaceX, Grok juga akan diintegrasikan ke dalam sistem komunikasi satelit Starlink, terutama untuk analisis data dan respons otomatis.
Langkah ini memperlihatkan ambisi besar Elon Musk untuk menggabungkan semua perusahaannya dalam satu ekosistem AI terpadu.
Musk ingin AI tidak hanya pintar, tapi juga terhubung dengan dunia nyata seperti robot, satelit, mobil listrik, dan media sosial.
Selain investasi uang, SpaceX juga memberi dukungan infrastruktur seperti komputasi awan dan penyimpanan data.
Nilai gabungan dari xAI dan X kini diperkirakan telah mencapai US$113 miliar, menjadikannya salah satu kombinasi AI–media sosial terbesar di dunia.
Musk berharap dengan modal besar ini, xAI bisa menyaingi dominasi OpenAI dan Google dalam pengembangan AI masa depan.
Menurut analis, investasi SpaceX ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi komputer, tapi sudah menjadi bagian penting dari bisnis luar angkasa dan robotik.
xAI juga menjanjikan akan terbuka soal data pelatihan dan sumber kode, sesuatu yang saat ini banyak dikritik dari OpenAI dan lainnya.
Dengan begitu, xAI ingin menjadi AI yang lebih transparan, jujur, dan bisa diawasi publik.
Elon Musk sebelumnya sempat menjadi pendiri OpenAI, tapi keluar karena perbedaan visi soal arah pengembangan AI.
Kini, lewat xAI, Musk ingin membuktikan bahwa AI bisa dikembangkan dengan pendekatan berbeda, tapi tetap canggih dan berguna.
Kombinasi antara SpaceX, Starlink, Tesla, X, dan xAI akan menjadi kekuatan besar dalam industri teknologi masa depan.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan