RADARPAPUA – Ketika para arkeolog berpikir mereka sedang menjalankan pekerjaan pemeliharaan rutin, mereka justru menemukan sebuah pintu menuju masa lalu yang nyaris tak tersentuh selama ribuan tahun.
Di situs nekropolis batu San Giuliano, sekitar 30 mil dari kota Roma, Italia, sebuah makam bangsa Etruscan ditemukan dalam kondisi utuh setelah terkubur selama lebih dari 2.600 tahun.
Temuan ini terjadi dalam proses perbaikan dan pembersihan Taman Arkeologi Barbarano Romano yang dimulai tahun 2023.
Para arkeolog dari Universitas Bologna sedang membersihkan area pemakaman kuno ketika mereka mendapati lempengan batu besar yang menutupi sebuah pintu masuk bawah tanah berbentuk lubang.
Setelah batu penutup itu diangkat dengan hati-hati, terbukalah sebuah ruang persegi panjang yang ternyata adalah makam batu peninggalan peradaban Etruscan—bangsa yang pernah menguasai wilayah Italia jauh sebelum Roma berjaya.
Yang membuat temuan ini luar biasa adalah bahwa makam tersebut belum pernah dibuka atau dijarah selama dua milenium lebih. Ini menjadikannya berbeda dari lebih dari 500 makam lain yang ada di taman itu.
Meski belum masuk secara penuh ke dalam, para arkeolog dapat melihat ruang pemakaman yang lengkap, dihiasi pot-pot kuno dengan lukisan halus, dan tempat tidur batu yang masih memiliki ornamen perunggu.
“Penemuan ini sangat langka dan luar biasa,” ujar Barbara Barbaro, arkeolog yang memimpin tim. Ia menambahkan bahwa makam ini memberi kesempatan langka untuk memahami lebih dalam budaya Etruscan peradaban yang memengaruhi banyak aspek Romawi, mulai dari arsitektur, politik, hingga tradisi keagamaan.
Orang Etruria dikenal karena kemampuan mereka dalam membangun kota, menciptakan seni, dan menerapkan teknik rekayasa yang canggih.
Bahkan pertarungan gladiator yang identik dengan Romawi dipercaya berasal dari praktik Etruscan. Namun, karena keterbatasan dokumentasi sejarah, sebagian besar informasi tentang mereka berasal dari sisa-sisa arkeologis seperti makam ini.
Selain temuan di San Giuliano, makam bangsawan Etruscan juga ditemukan di Nekropolis Corinaldo, Ancona, pada tahun 2024.
Di sana, lebih dari 150 artefak ditemukan, memperkuat pemahaman akan jangkauan dan kekayaan budaya bangsa ini.
Saat ini, tim arkeologi sedang mendokumentasikan seluruh struktur makam di San Giuliano dan merencanakan penggalian lebih dalam.
Diharapkan, penggalian lanjutan akan mengungkap lebih banyak artefak serta kisah tersembunyi tentang siapa yang dimakamkan di sana dan bagaimana mereka hidup ribuan tahun lalu.
Penemuan ini menjadi pengingat bahwa sejarah tidak pernah benar-benar selesai ditulis. Selalu ada lapisan baru yang menunggu untuk ditemukan dan setiap lapisan bisa mengubah cara kita melihat dunia kuno.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan