RADARPAPUA - Penelitian baru menemukan bahwa orang Inggris sudah diganggu kutu kasur sejak 1.900 tahun yang lalu. Para arkeolog menemukan bukti pertama adanya kutu penghisap darah itu di Inggris, tepatnya di benteng Romawi bernama Vindolanda, yang terletak dekat Tembok Hadrian di Inggris.
Penemuan ini dilakukan oleh Katie Wyse Jackson, seorang mahasiswa arkeologi dari University College Dublin. Dia menemukan dua potongan tubuh tengah (toraks) kutu di lapisan tanah paling bawah benteng Vindolanda, yang dibangun pada akhir abad pertama Masehi.
Temuan ini mendukung pendapat bahwa bangsa Romawi membawa kutu kasur (Cimex lectularius) ke Inggris saat mereka menjajah pulau itu pada tahun 43 Masehi. Padahal, orang Romawi dikenal suka mandi dan menjaga kebersihan. Tapi kutu kasur tetap ditemukan di banyak tempat Romawi di Inggris dan Eropa, bahkan sama banyaknya dengan situs Viking dan abad pertengahan. Ini menunjukkan betapa sulitnya mengusir kutu kasur.
Untuk menemukan kutu ini, Katie menggali beberapa sampel tanah di Vindolanda pada Agustus 2023. Dia menggunakan lilin parafin yang bisa menempel pada sisa serangga di tanah, lalu menambahkan air supaya serangga mengapung ke permukaan dan mudah diambil.
Belum diketahui bagaimana kutu kasur ini ikut ke Inggris, tapi kemungkinan besar mereka terbawa di kasur jerami, pakaian, atau gandum yang dibawa bangsa Romawi saat mendirikan kamp-kamp mereka.
Sebenarnya, kutu kasur sudah ada sejak lama, bahkan sejak zaman dinosaurus sekitar 115 juta tahun lalu. Mereka kemungkinan pertama kali hidup di sarang hewan purba seperti pterosaurus. (*)
Editor : Richard Lawongan