RADARPAPUA - Kebingungan seputar perangkat terbaru Realme mencuat setelah sebuah retailer asal Lithuania mencantumkan model “Realme Note 70T” dengan nomor model RMX5313 di situsnya.
Namun, laporan terbaru dari Google Play Console (GPC) justru menyebut perangkat dengan nomor model yang sama sebagai Realme Note 70 tanpa embel-embel “T” dan menunjukkan spesifikasi yang jauh berbeda dari bocoran sebelumnya.
Data dari GPC menunjukkan bahwa Realme Note 70 ditenagai oleh chipset Unisoc UMS9230, yang diyakini sebagai Tiger T606.
Ponsel ini juga disebutkan memiliki RAM 4GB, menjalankan sistem operasi Android 15, serta hadir dengan layar 720p+.
Sementara itu, bocoran spesifikasi dari Realme Note 70T menunjukkan penggunaan Unisoc T7250, layar OLED 6,74 inci 1080p+, dan RAM yang sama yaitu 4GB.
Perbedaan mencolok ini menimbulkan dugaan bahwa keduanya merupakan perangkat yang berbeda, meski mengusung nomor model yang identik, yakni RMX5313.
Namun GPC secara spesifik mencantumkan varian ini sebagai “RMX5313IN”, yang mengindikasikan bahwa perangkat tersebut ditujukan untuk pasar India.
Wartawan teknologi dan analis industri menduga bahwa retailer Lithuania kemungkinan besar melakukan kesalahan dalam mencantumkan nama atau model perangkat.
Hal ini cukup lumrah terjadi dalam industri gadget, terutama menjelang perilisan resmi. Namun, fakta bahwa perbedaan spesifikasi meliputi chipset dan kualitas layar membuat kemungkinan kesalahan ini menjadi isu yang lebih besar daripada sekadar perbedaan regional.
Lebih lanjut, hasil benchmark Geekbench untuk model RMX5313 memperkuat temuan GPC bahwa perangkat ini memang menggunakan UMS9230.
Ini menegaskan bahwa Realme Note 70 dan Note 70T adalah dua produk yang benar-benar berbeda, meskipun memiliki kapasitas RAM yang sama dan mungkin akan berada dalam rentang harga yang mirip.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Realme terkait perbedaan ini, maupun klarifikasi soal penamaan atau spesifikasi perangkat.
Para penggemar teknologi dan pengguna setia Realme diharapkan tetap menunggu peluncuran resmi dari perusahaan untuk mendapatkan informasi yang akurat.
Ketidakjelasan ini menunjukkan pentingnya sumber informasi yang kredibel serta perlunya kehati-hatian dalam membaca informasi awal terkait peluncuran produk baru.
Jika memang terdapat dua versi berbeda dengan nomor model yang sama, Realme perlu memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan kebingungan di pasar, terutama di wilayah seperti India dan Eropa.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan