RADARPAPUA - Para ilmuwan berhasil melacak perjalanan seekor mammoth berbulu betina yang hidup sekitar 14.000 tahun lalu. Mammoth ini lahir di wilayah yang sekarang disebut Kanada, lalu berjalan sangat jauh hingga ke Alaska (Amerika Serikat), tempat dia akhirnya mati diburu manusia zaman dulu.
Mammoth ini diberi nama Élmayuujey'eh (dipanggil Elma), artinya “sangat menarik” dalam bahasa orang asli Kaska. Elma ditemukan lewat gading utuhnya di Swan Point, salah satu situs purbakala tertua di Amerika. Gading ini membantu para ilmuwan mengungkap kisah hidup Elma.
Dari penelitian, Elma lahir di akhir zaman es di Yukon, Kanada. Selama 10 tahun pertama, dia tinggal di sana. Tapi kemudian Elma berjalan sejauh sekitar 1.000 kilometer hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun! Itu jarak yang sangat jauh untuk satu ekor mammoth.
Para peneliti membelah gading Elma seperti memotong batang pohon, lalu mempelajari lapisan-lapisannya. Dari sana, mereka tahu apa yang dimakan Elma dan di mana dia pernah tinggal. Mereka juga meneliti DNA purba dari gading Elma dan membandingkan dengan tulang mammoth lain yang ditemukan di Swan Point. Ternyata Elma punya hubungan dekat dengan dua mammoth kecil yang juga ditemukan di sana. Kemungkinan mereka satu keluarga atau satu kelompok.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Swan Point dulunya tempat penting bagi para mammoth untuk makan. Hal ini membuat para pemburu zaman dulu sering datang ke sana. Elma mati ketika masih muda dan sehat, kemungkinan besar diburu manusia yang sedang mengadakan perburuan musiman.
Cerita Elma membantu ilmuwan memahami bagaimana mammoth hidup dan bergerak, serta bagaimana hubungan mereka dengan manusia zaman dulu. Dengan begitu, kita bisa tahu lebih banyak tentang sejarah bumi dan makhluk purba yang pernah hidup di dalamnya. (*)
Editor : Richard Lawongan