Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Anak Panah di Tulang Rusuk: Bukti Kekerasan 4.000 Tahun Lalu Terungkap di Pegunungan Spanyol

Richard Lawongan • Jumat, 18 Juli 2025 | 14:14 WIB

Mata panah batu api tertanam di tulang rusuk manusia
Mata panah batu api tertanam di tulang rusuk manusia

RADARPAPUA - Sebuah penemuan dramatis di situs Roc de les Orenetes, Girona, Spanyol, mengungkap kisah kekerasan masa lalu yang mengerikan namun nyata: sepotong tulang rusuk manusia dengan kepala anak panah batu (flint) masih tertanam di dalamnya—tertusuk dari belakang, namun dengan bekas penyembuhan di sekitar luka. Artinya, korban selamat dari serangan tersebut, setidaknya untuk sementara.

Penemuan ini menjadi bukti langsung kekerasan antarmanusia pada milenium ketiga SM, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Carlos Tornero dari Universitat Autònoma de Barcelona, yang memimpin penggalian. Situs pemakaman ini, terletak di gua pegunungan terpencil, menyimpan sisa-sisa setidaknya 60 individu dari komunitas yang hidup secara intens dengan alam Pyrenees.

Lebih dari 6.000 fragmen tulang telah diteliti oleh tim osteoarkeolog dari University of Edinburgh, dan menunjukkan populasi yang hidup keras: tulang-tulang kuat, tanda-tanda aktivitas fisik ekstrem, dan bekas luka dari senjata seperti kapak dan belati. Namun, anak panah di tulang rusuk ini adalah bukti paling jelas bahwa mereka tidak hanya menghadapi kerasnya alam, tetapi juga sesama manusia.

Trajektori proyektil menunjukkan bahwa panah dilepaskan dari belakang, kemungkinan dalam serangan mendadak. "Wujudnya seperti adegan yang dibekukan dalam waktu," kata Dr. Tornero. Meski luka bisa saja menyebabkan kematian seketika atau perlahan karena infeksi, regenerasi jaringan menunjukkan bahwa si korban sempat bertahan.

Saat ini, fragmen tulang tersebut sedang dianalisis lebih lanjut dengan teknik X-ray microtomography, serta analisis kimia dan genomik lintas laboratorium di Spanyol dan AS. Semua ini menjadikan Roc de les Orenetes sebagai situs kunci untuk memahami kehidupan, kematian, dan konflik dalam masyarakat prasejarah Eropa Selatan.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#SPANYOL #prasejarah #panah #arkeologi #manusia purba