RADARPAPUA - Karena kekeringan hebat di hutan hujan Amazon, air di Sungai Negro di Brasil menyusut sangat banyak. Akibatnya, lebih dari 100 gambar kuno yang dipahat di batu (disebut petroglyph) terlihat jelas. Gambar-gambar ini mungkin dibuat oleh manusia sekitar 2.000 tahun yang lalu.
Gambar-gambar di batu itu menunjukkan bentuk manusia, hewan, dan pola seperti lingkaran serta kotak. Gambar-gambar ini ditemukan di kota Manaus, tepat di tempat bertemunya dua sungai besar: Sungai Negro dan Sungai Amazon.
Sebenarnya gambar-gambar ini sudah pernah terlihat sebelumnya saat terjadi kekeringan besar pada tahun 2005, 2009, dan 2010. Namun kali ini, para ahli menemukan jumlah terbanyak, lebih dari 100 gambar!
Tempat munculnya gambar-gambar ini disebut Encontro das Águas atau “Pertemuan Air” dan sudah dianggap sebagai situs budaya penting di Brasil. Para peneliti juga pernah menemukan barang-barang kuno seperti tembikar di sekitar lokasi sejak tahun 1970-an.
Tahun ini, Sungai Negro mencapai titik air terendah sejak pencatatan dimulai pada tahun 1902. Setiap hari di bulan Oktober, air sungai turun sekitar 10 cm. Pemerintah Brasil mengatakan kekeringan ini terjadi karena gabungan beberapa hal: perubahan iklim, fenomena alam yang disebut El Niño, dan kebakaran hutan buatan manusia.
Para ilmuwan belum tahu pasti kapan tepatnya gambar-gambar batu ini dibuat. Tapi berdasarkan barang-barang kuno yang ditemukan di dekatnya, kemungkinan gambar itu dibuat sekitar 2.000 tahun lalu.
Biasanya air sungai menyembunyikan dan melindungi gambar-gambar ini. Tapi sekarang karena air surut, banyak orang datang melihat, dan ini bisa merusaknya. Karena itu, pemerintah Brasil berencana mengadakan kegiatan edukasi supaya masyarakat tahu pentingnya menjaga situs sejarah ini.
Menurut salah satu arkeolog, penemuan ini menunjukkan bahwa orang-orang zaman dulu di Amazon sangat pintar. Mereka bisa membuat gambar yang bertahan lama di batu, dan ilmu itu kemungkinan besar diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (*)
Editor : Richard Lawongan