Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Gigi Paus Sperma dari Zaman Tembaga Ditemukan di Spanyol, Bukti Penghormatan terhadap Makhluk Laut Raksasa

Richard Lawongan • Minggu, 20 Juli 2025 | 20:50 WIB

Gigi paus sperma.
Gigi paus sperma.

RADARPAPUA - Sebuah penemuan langka terjadi di situs prasejarah Valencina de la Concepción, Spanyol. Tim arkeolog yang dipimpin Dr. Samuel Ramírez-Cruzado Aguilar-Galindo berhasil mengidentifikasi sebuah gigi paus sperma di area penggalian Nueva Biblioteca. Situs ini terletak di sebelah barat daya Seville dan dikenal sebagai salah satu mega-situs arkeologi dari Zaman Tembaga di Eropa.

Gigi sepanjang 13,2 cm itu ditemukan di antara pecahan keramik, alat batu, dan sisa-sisa hewan lainnya. Setelah dianalisis secara morfologi, gigi tersebut dipastikan berasal dari paus sperma dewasa. Tanda-tanda keausan dan retakan halus menunjukkan bahwa kerusakan terjadi saat paus itu masih hidup, menandakan usia tua hewan tersebut sebelum mati.

Hasil analisis taphonomi menunjukkan bahwa gigi ini sempat berada di dasar laut. Permukaannya ditemukan bekas gigitan hiu dan koloni spons serta gastropoda, menunjukkan interaksi ekosistem laut sebelum gigi tersebut akhirnya terbawa ke permukaan, kemungkinan besar akibat badai atau gelombang pasang besar.

Bagian bawah gigi telah hilang, kemungkinan besar dipotong oleh manusia menggunakan alat seperti pahat. Ini mengindikasikan bahwa manusia pada masa itu tidak hanya menemukannya, tetapi juga mengolahnya—mungkin untuk tujuan ritual. Dalam konteks Eropa Neolitik, dikenal adanya lubang-lubang persembahan berisi benda bernilai tinggi, bukan untuk pemakaman, tetapi sebagai bentuk ritual.

Di Valencina, banyak bukti menunjukkan bahwa hewan besar sering kali dihormati, bahkan tulangnya dijadikan barang pusaka atau persembahan untuk tokoh penting. Dalam konteks ini, gigi paus sperma kemungkinan besar dianggap sebagai peninggalan makhluk laut raksasa yang penuh makna simbolis atau spiritual.

Dr. Ramírez-Cruzado menyebutkan bahwa pada masa itu, manusia sudah mengenali lingkungan mereka dengan baik dan menjalin kontak dengan komunitas lain, seperti di Portugal, yang juga menggunakan tulang paus. Kemungkinan besar, gigi ini dianggap berasal dari makhluk agung dan menjadi bagian dari cerita kolektif masyarakat Zaman Tembaga.

Penemuan ini menjadi yang pertama di Semenanjung Iberia dan yang kedua di kawasan Mediterania Barat untuk periode milenium ke-3 SM. Kedua gigi yang ditemukan berasal dari situs-situs yang dianggap sakral, memperkuat dugaan bahwa paus sperma memiliki peran penting dalam sistem kepercayaan masyarakat prasejarah di wilayah ini.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#SPANYOL #Neolitik #Ritual #penemuan #arkeologi #paus sperma