Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Pembuluh Darah di Fosil Tyrannosaurus Rex Scotty Ungkap Proses Penyembuhan Dinosaurus

Prisilia Rumengan • Senin, 21 Juli 2025 | 20:47 WIB

Para ilmuwan menyelidiki pembuluh darah yang diawetkan di salah satu tulang rusuk Scotty (credit: Facebook.com/University of Regina )
Para ilmuwan menyelidiki pembuluh darah yang diawetkan di salah satu tulang rusuk Scotty (credit: Facebook.com/University of Regina )

RADARPAPUA - Fosil Tyrannosaurus rex terbesar yang pernah ditemukan, dijuluki “Scotty”, kembali menghebohkan dunia ilmiah.

Setelah ditemukan di Kanada pada 1991 dan dikonfirmasi sebagai T. rex terberat dan paling tua yang pernah hidup, kini fosil tersebut mengungkapkan temuan yang lebih mencengangkan: pembuluh darah yang masih terawetkan dalam tulangnya.

Rekonstruksi fosil raksasa ini kini dipamerkan di Royal Saskatchewan Museum, tapi penelitian di balik layarnya justru mengungkap kisah luar biasa.

Dalam sebuah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports, para ilmuwan menjelaskan bagaimana jaringan lunak dalam salah satu tulang rusuk Scotty masih bertahan hingga jutaan tahun kemudian.

Ini adalah temuan langka yang dapat menjelaskan bagaimana hewan purba pulih dari cedera.

Penemuan ini pertama kali diidentifikasi oleh Jerit Mitchell pada tahun 2019, saat ia masih menjadi mahasiswa sarjana di University of Regina, Kanada.

Saat mempelajari hasil pemindaian tulang rusuk Scotty, ia melihat pola aneh. Setelah berkonsultasi dengan mentornya, ditemukan bahwa pola itu adalah pembuluh darah yang telah mengalami proses fosilisasi.

Mitchell dan timnya menggunakan teknologi sinar-X sinkrotron untuk membuat pemodelan 3D jaringan tersebut tanpa merusak fosil.

Penelitian kimia menunjukkan bahwa pembuluh darah tersebut mengandung zat besi dan mangan, sementara struktur tulangnya kaya kalsium.

Yang mengejutkan, tulang rusuk tempat pembuluh darah itu ditemukan ternyata pernah patah dan sedang dalam tahap penyembuhan ketika Scotty mati.

Peneliti Mauricio Barbi dari University of Regina menjelaskan bahwa selama masa penyembuhan, tubuh meningkatkan aliran darah ke area yang terluka, yang menjelaskan keberadaan pembuluh darah tersebut.

Fakta bahwa proses penyembuhan belum selesai saat kematian Scotty, memungkinkan pembuluh darah ini terawetkan hingga kini.

Penelitian ini memperkuat teori bahwa T. rex dewasa sering bertarung sesama mereka, baik untuk mempertahankan wilayah atau dominasi seksual.

Luka dan bekas gigitan telah ditemukan pada banyak fosil Tyrannosaurus lainnya, termasuk Scotty.

Kini, para ilmuwan berharap bisa menerapkan metode ini pada fosil dinosaurus lain dari zaman Kapur.

Mereka optimis bahwa pembandingan penyembuhan tulang dinosaurus dengan hewan modern seperti burung dan buaya dapat membuka wawasan baru mengenai evolusi dan fisiologi makhluk hidup di masa lampau.

Penelitian ini tidak hanya menawarkan pandangan baru tentang anatomi dan kehidupan dinosaurus, tetapi juga menunjukkan bahwa teknik modern dapat membuka rahasia yang tersembunyi bahkan dalam fosil yang sudah dikaji selama puluhan tahun.

Seperti yang diungkapkan Jordan Mallon dari Museum Alam Kanada, temuan ini membuktikan bahwa fosilisasi bisa lebih kompleks dan lambat dari yang selama ini diyakini.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#hewan purba #Penyembuhan #pembuluh darah #penemuan #dinosaurus #tyrannosaurus