RADARPAPUA - Pada tahun 2019, seorang peneliti hiu bernama Keith Poe menangkap seekor hiu besar berwarna gelap di pantai California. Hiu ini terlihat berbeda dari hiu mako biasanya, yang umumnya berwarna biru atau abu-abu dengan bagian bawah putih. Karena keanehan ini, tim peneliti membuat acara TV berjudul Black Mako of the Abyss untuk mencari tahu hiu apa sebenarnya itu.
Tim ini berisi ilmuwan laut, penyintas serangan hiu, dan ahli lingkungan. Mereka pergi jauh ke tengah laut menggunakan kapal dan helikopter, membawa umpan untuk memancing hiu datang. Mereka berharap bisa mengambil sampel kulit hiu tersebut agar bisa diperiksa DNA-nya di laboratorium.
Saat hiu datang, mereka melihat beberapa hiu biasa, tapi ada satu yang sangat gelap dan memiliki sirip yang panjang. Ini membuat mereka berpikir bahwa hiu ini bisa jadi campuran dari dua jenis hiu mako: mako sirip pendek dan mako sirip panjang.
Hiu mako sirip panjang hidup lebih dalam di laut dan jarang terlihat dekat pantai. Mereka lebih ramping, punya sirip yang lebih panjang, dan warnanya lebih gelap. Tapi karena sangat jarang ditemui, masih banyak hal yang belum diketahui tentang mereka.
Para ahli bilang bahwa hiu campuran dari dua jenis berbeda memang bisa terjadi di alam, tapi sangat jarang. Bahkan jika ada, anaknya biasanya tidak bisa punya keturunan lagi. Jadi, mungkin juga hiu hitam itu bukan campuran, tapi hanya hiu sirip panjang yang muncul di tempat tak biasa karena perubahan iklim atau lingkungan laut yang berubah.
Para peneliti masih berusaha keras untuk mendapatkan sampel DNA agar bisa memastikan jawabannya. Tujuan utama mereka adalah mengetahui: Apakah hiu hitam itu mako biasa yang berubah karena mutasi? Hiu mako sirip panjang? Atau benar-benar campuran dua jenis? (*)
Editor : Richard Lawongan