Teknologi Boleh Datang, Tapi Ikan Tetap Jadi Favorit: Tradisi Kuliner Jepang Tahan Terhadap Perubahan Pertanian
Prisilia Rumengan• Selasa, 22 Juli 2025 | 12:48 WIB
Tembikar Yayoi menegaskan bahwa kedua tanaman tersebut hadir di pemukiman pertanian awal di Kyushu Utara.
RADARPAPUA - Sebuah penelitian terbaru dari Universitas York dan Universitas Cambridge menemukan bahwa masuknya teknologi pertanian padi ke Jepang ribuan tahun lalu tidak serta-merta mengubah pola makan masyarakatnya. Pot-pot masak dari zaman Jomon dan Yayoi masih menunjukkan sisa makanan berbasis ikan, bukan nasi atau millet.
Melalui analisis residu organik pada tembikar kuno, para peneliti mendapati bahwa meskipun padi dan millet diperkenalkan bersamaan dari Korea, hanya padi yang perlahan diadopsi, sementara millet—yang penting dalam diet Korea—hampir tidak masuk ke dalam kuliner Jepang.
“Ini mengejutkan,” kata Prof. Oliver Craig, “karena millet sangat populer di Korea dan lingkungan Jepang juga mendukung pertumbuhannya. Tapi hasil residu makanan dan analisis tulang manusia menunjukkan millet nyaris tidak dimakan.”
Bukti arkeologis juga memperlihatkan bahwa meski alat dan gaya tembikar ala Korea menyebar ke Jepang, cara memasak tetap bertahan: pot masih digunakan untuk memasak ikan dan makanan liar, bukan untuk menanak nasi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, seperti pertanian, tidak selalu diiringi perubahan sosial dan budaya secara langsung. Dalam hal makanan, Jepang mempertahankan tradisi lebih lama dibanding banyak wilayah lain yang beralih cepat ke pertanian.
Sebagai perbandingan, di Skandinavia selatan, praktik berburu dan menangkap ikan juga bertahan cukup lama setelah pertanian masuk, sedangkan di Inggris, transisi ke pertanian terjadi lebih cepat dan menyeluruh.
Tim peneliti menyimpulkan bahwa budaya kuliner merupakan bagian dari identitas yang sangat kuat dan tidak mudah berubah. Bahkan saat perubahan besar terjadi dalam alat, teknologi, atau pertanian, rasa dan kebiasaan makan bisa tetap bertahan selama berabad-abad.(aj)