Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ötzi: Mumi dari Zaman yang Membeku

Prisilia Rumengan • Selasa, 22 Juli 2025 | 13:10 WIB

Mumi Ötzi si Manusia Es setelah dikeluarkan dari es ribuan tahun setelah kematiannya.
Mumi Ötzi si Manusia Es setelah dikeluarkan dari es ribuan tahun setelah kematiannya.

RADARPAPUA - Tahun 1991, dua pendaki Jerman tanpa sengaja menemukan tubuh manusia yang membeku di Pegunungan Alpen. Saat itu, mereka tak tahu bahwa sosok yang mereka lihat adalah mumi berusia lebih dari 5.000 tahun. Ia kemudian dikenal sebagai Ötzi, sesuai dengan lokasi penemuannya di atas Lembah Ötztal, perbatasan Austria dan Italia.

Ötzi ditemukan dalam kondisi telungkup dengan lengannya tertekuk di bawah dagu. Tubuhnya diawetkan secara alami oleh es dan udara dingin. Panas ekstrem dari angin Sahara musim panas itu mempercepat pencairan es yang menyelubunginya. Saat dievakuasi, sebagian tubuh dan peralatan Ötzi rusak karena petugas bukan arkeolog.

Awalnya, Ötzi dikira pendaki modern. Tapi uji radiokarbon menunjukkan usia mumi ini sekitar 5.300 tahun, berasal dari Zaman Tembaga. Ia hidup di masa transisi antara zaman batu dan zaman perunggu, saat manusia mulai menggunakan logam dan membangun struktur megalitik. Penemuan ini pun mengguncang dunia arkeologi.

Ötzi diperkirakan berusia 40-an saat meninggal, dengan tinggi badan sekitar 160 cm dan berat 50 kg. Meski terlihat sehat, ia menderita banyak penyakit: Lyme, parasit usus, dan infeksi lambung. Paru-parunya hitam oleh asap, sendi-sendinya aus, dan ia mengalami kerusakan gigi parah. Semua ini terungkap dari analisis ilmiah yang mendalam.

Barang-barang yang ditemukan bersamanya memperlihatkan kehidupan yang keras tapi terampil. Ia memakai pakaian dari kulit, sepatu berisi rumput, dan membawa kapak tembaga, busur, serta peralatan kecil dalam kantong kulit. Bahkan, ia memiliki 61 tato dari arang yang diduga berfungsi sebagai terapi kesehatan primitif.

Analisis isotop dan isi perutnya mengungkap makanan terakhir Ötzi: daging rusa, gandum kuno, dan pakis beracun. Ia kemungkinan berasal dari sisi selatan Alpen. Menariknya, DNA-nya tidak mirip dengan orang Eropa daratan sekarang, tapi lebih dekat ke penduduk Sardinia dan Corsica. Ia juga punya risiko genetik penyakit jantung.

Kematian Ötzi bukan kecelakaan, tapi pembunuhan. Anak panah menembus bahunya dan merobek arteri vital, menyebabkan ia tewas cepat. Luka di kepala menunjukkan kemungkinan ia juga dipukul. Motif dan pelakunya masih misteri, tapi kematiannya menyimpan jejak konflik manusia di masa lampau. Ötzi pun terus jadi sumber pengetahuan masa kini.(aj)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#DNA kuno #arkeologi #mumi #manusia purba