Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Arkeolog Temukan Terowongan Rahasia Suku Inca di Bawah Kota Kuno Cusco

Prisilia Rumengan • Selasa, 22 Juli 2025 | 18:09 WIB

Ilustrasi Terowongan suku inca (credit: canva.com)
Ilustrasi Terowongan suku inca (credit: canva.com)

RADARPAPUA - Sebuah penemuan besar diungkap oleh para arkeolog Peru: jaringan terowongan bawah tanah kuno di bawah kota Cusco akhirnya terkonfirmasi nyata.

Jaringan ini, yang telah lama menjadi bagian dari cerita rakyat dan catatan sejarah sejak abad ke-16, membentang dari Kuil Matahari (Temple of the Sun) ke berbagai titik penting, termasuk benteng ikonik Sacsahuaman, sejauh lebih dari satu mil.

Arkeolog Jorge Calero Flores dari Asosiasi Arkeolog Peru mengumumkan bahwa labirin bawah tanah ini, yang dikenal sebagai chincana, terdiri dari satu cabang utama dan tiga jalur kecil lainnya.

Cabang utama menghubungkan langsung kuil ke benteng, sedangkan cabang-cabang lainnya mengarah ke Gereja San Cristóbal, kawasan Callispuquio, dan area lain dekat benteng.

Menurut Flores, jaringan ini dibangun oleh suku Inca menggunakan metode cut-and-cover, yakni menggali parit, kemudian menutupnya dengan dinding batu dan langit-langit dari balok yang diukir.

Ukuran terowongan mencapai sekitar 2,6 meter lebar dan 1,6 meter tinggi, cukup besar untuk dilewati orang atau bahkan tandu kerajaan.

Penelusuran arkeolog dimulai dari catatan kuno. Salah satu teks penting berasal dari seorang Yesuit Spanyol anonim tahun 1594, yang menyebutkan terowongan rahasia yang menghubungkan kediaman uskup dengan Katedral Cusco terowongan yang diyakini berasal dari Kuil Matahari.

Dokumen dari penulis sejarah Anello de Oliva juga mendukung kemungkinan adanya beberapa jalur bawah tanah di kota tersebut.

Teks-teks tersebut menekankan bahwa pekerja bangunan kala itu menghindari area tertentu demi tidak mengganggu jaringan bawah tanah tersebut.

Untuk memetakan lokasi chincana secara lebih presisi, tim arkeolog terlebih dahulu menggunakan metode acoustic prospecting guna mendeteksi rongga bawah tanah.

Setelah itu, mereka memakai radar penembus tanah untuk menciptakan gambaran tiga dimensi dari labirin tersebut.

Mildred Fernandez Palomino, salah satu arkeolog yang terlibat, mengatakan bahwa tahap selanjutnya adalah penggalian di titik-titik strategis agar tim dapat masuk langsung ke dalam struktur chincana.

“Sekarang, kami harus menggali di titik-titik kunci agar bisa menjelajahinya,” ujarnya kepada IFL Science.

Para peneliti menduga bahwa sistem ini bukan sekadar jalur rahasia, melainkan representasi bawah tanah dari jaringan jalan di atas tanah Cusco zaman Inca.

Kota Cusco, yang terletak sekitar 210 kilometer dari Machu Picchu, dahulu adalah pusat kebudayaan Kekaisaran Inca dan kini menjadi magnet bagi wisatawan serta peneliti sejarah dunia.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#suku inca #kota kuno #penemuan #arkeologi #terowongan #bawah tanah