RADARPAPUA - Di tengah padang pasir Mesir, para arkeolog menemukan kota kuno yang pernah menjadi pusat peradaban ribuan tahun lalu.
Kota ini berada di wilayah yang dikenal dengan nama Imet atau Buto, sebuah daerah bersejarah di Delta Nil.
Yang mengejutkan, di kota itu terdapat bangunan-bangunan bertingkat yang menunjukkan bahwa kehidupan zaman dahulu ternyata sangat maju.
Bangunan itu disebut "tower houses", yaitu rumah-rumah tinggi yang memiliki lebih dari satu lantai, mirip seperti rumah susun zaman sekarang.
Menurut peneliti dari Kementerian Purbakala Mesir, bangunan ini berasal dari masa Ptolemaik, yaitu sekitar tahun 300 sebelum Masehi.
Zaman Ptolemaik adalah masa ketika Mesir diperintah oleh keturunan Alexander Agung yang dikenal sangat mencintai ilmu dan seni.
Selain rumah tinggi, ditemukan juga gudang penyimpanan gandum yang besar, menunjukkan bahwa masyarakatnya sudah pintar menyimpan makanan dalam jumlah banyak.
Arkeolog juga menemukan jalan-jalan yang diatur untuk kegiatan ritual, yang mungkin digunakan untuk upacara keagamaan zaman dahulu.
Tak hanya itu, ada juga patung-patung kecil yang dipakai untuk pemakaman, seperti jimat pelindung bagi orang yang sudah meninggal.
Semua penemuan ini menunjukkan bahwa kota Imet dulunya adalah kota yang makmur dan terorganisir dengan sangat baik.
Menurut para ahli, kota ini bisa memberikan banyak petunjuk tentang kehidupan sosial, agama, dan ekonomi masyarakat Mesir kuno.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa arsitektur zaman dulu sudah sangat canggih dan tidak kalah dengan zaman modern.
Bangunan bertingkat di kota ini bisa mencapai dua hingga tiga lantai, dibangun dari batu bata lumpur yang sangat kuat.
Ada juga bukti bahwa beberapa rumah memiliki sistem ventilasi, agar udara bisa masuk dengan baik ke dalam rumah.
Menurut laporan resmi dari pemerintah Mesir, ekskavasi ini dipimpin oleh tim gabungan dari arkeolog lokal dan internasional.
Mereka bekerja dengan sangat hati-hati agar tidak merusak sisa-sisa bangunan yang masih berdiri.
Dilansir dari New York Post, temuan ini menjadi salah satu penemuan arkeologi terbesar tahun ini di Mesir.
Para arkeolog berharap situs ini bisa dijadikan museum terbuka, agar masyarakat umum bisa datang dan belajar langsung dari lokasi aslinya.
Penemuan ini juga menjadi bukti bahwa masih banyak warisan dunia yang tersembunyi di bawah tanah menunggu untuk ditemukan.
Temuan dari Imet membuktikan bahwa Mesir kuno bukan hanya soal piramida, tapi juga tentang kota modern dan maju pada zamannya. (aak)
Editor : Richard Lawongan