Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Genetik Ötzi dan Para Tetangganya di Pegunungan Alpen

Richard Lawongan • Rabu, 23 Juli 2025 | 20:20 WIB

Peta geografis Italia dan busur Alpen (kiri) dibuat menggunakan perangkat lunak ArcGIS Pro ESRI, dan perbesaran (kanan) wilayah Trentino Alto-Adige di EIAlp dengan lokasi situs arkeologi.
Peta geografis Italia dan busur Alpen (kiri) dibuat menggunakan perangkat lunak ArcGIS Pro ESRI, dan perbesaran (kanan) wilayah Trentino Alto-Adige di EIAlp dengan lokasi situs arkeologi.

RADARPAPUA - Penemuan mumi Ötzi si Manusia Es pada tahun 1991 telah memberi banyak wawasan tentang masa lalu. Namun kini, para ilmuwan menemukan bahwa tetangganya di Alpen juga menyimpan kisah genetik yang tak kalah menarik. Sebuah studi baru menganalisis DNA 47 individu yang hidup di Tyrol, Austria, antara tahun 6400 dan 1300 SM.

Penelitian yang diterbitkan di Nature Communications ini dipimpin oleh Valentina Coia. Timnya mempelajari tulang dan gigi dari masa Mesolitikum hingga Zaman Perunggu Tengah. Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang ini memiliki 80%–90% leluhur dari petani Anatolia awal, sama seperti Ötzi.

Menariknya, genetik kelompok ini hampir tidak berubah selama lebih dari 2.000 tahun. Di tempat lain di Eropa, migrasi dari berbagai kelompok tercatat dalam DNA kuno. Tapi wilayah Alpen Timur justru menunjukkan stabilitas genetik yang luar biasa dalam waktu lama.

Namun, ada perbedaan mencolok antara Ötzi dan para tetangganya. Analisis kromosom-Y menunjukkan garis keturunan ayah mereka berasal dari Jerman dan Prancis prasejarah, sedangkan garis keturunan Ötzi lebih tersebar luas. Garis ibu mereka pun beragam, menandakan perempuan cenderung pindah mengikuti pasangan.

Yang menarik, garis ibu Ötzi tidak ditemukan pada siapa pun—baik dari masa kuno maupun modern. Hal ini memunculkan pertanyaan: apakah Ötzi berasal dari kelompok yang punah? Atau apakah ia bagian dari komunitas terasing yang tak tercatat dalam sejarah?

Peneliti juga menelusuri ciri fisik berdasarkan enam genom yang cukup lengkap. Seperti Ötzi, orang-orang ini punya rambut gelap dan mata cokelat. Mereka juga sama-sama tidak bisa mencerna laktosa. Detail kecil ini menghidupkan kembali gambaran manusia Alpen kuno yang kini makin jelas.

Meski banyak misteri yang masih belum terjawab, studi ini menegaskan bahwa Ötzi bukan fenomena tunggal. Ia adalah bagian dari kisah besar manusia di Pegunungan Alpen—kisah yang pelan-pelan dibuka kembali lewat sains dan tulang belulang.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#es #Genetika #penelitian #Alpen #manusia #sejarah