Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

AI Ungkap Asal Usul Genetik Papua Nugini: Bagian dari Asia, Bukan Migrasi Terpisah

Richard Lawongan • Rabu, 23 Juli 2025 | 20:24 WIB

Studi AI baru mengungkap asal usul orang Papua Nugini
Studi AI baru mengungkap asal usul orang Papua Nugini

RADARPAPUA - Sebuah tim peneliti Eropa berhasil mengungkap asal usul genetik orang Papua Nugini dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Studi mereka, yang diterbitkan di Nature Communications, menyatakan bahwa Papua Nugini memiliki nenek moyang yang sama dengan populasi Asia lainnya, berasal dari migrasi besar Out of Africa sekitar 50.000–70.000 tahun lalu.

Temuan ini menantang teori lama yang menyebutkan bahwa leluhur orang Papua Nugini berasal dari migrasi awal yang terpisah. Perbedaan fisik mereka yang mencolok, yang menyerupai kelompok Sub-Sahara Afrika, sebelumnya memicu dugaan bahwa mereka merupakan cabang migrasi manusia yang berbeda dari populasi Asia dan Eropa.

Namun, menurut Dr. Mayukh Mondal, perbedaan fisik tersebut kemungkinan hasil dari seleksi alam. Adaptasi terhadap iklim tropis mungkin membuat ciri-ciri fisik mereka menyerupai populasi Afrika, meskipun secara genetik mereka masih satu jalur dengan orang Asia lainnya. Evolusi memainkan peran penting dalam membentuk ciri khas mereka saat ini.

Beberapa bukti arkeologi memang mendukung hipotesis migrasi pertama melalui jalur pesisir Asia Selatan. Situs manusia tertua di Oseania berasal dari 50.000–60.000 tahun lalu—lebih tua dari situs di Eropa. Namun, analisis DNA maternal dan paternal belum mendukung bahwa Papua Nugini berasal dari migrasi yang lebih awal daripada populasi lainnya di luar Afrika.

Yang menarik, genom orang Papua Nugini menyimpan persentase besar DNA Denisovan, kerabat jauh Neanderthal. Warisan genetik ini kemungkinan hasil percampuran di Asia Tenggara atau Oseania, menambah lapisan kompleks dalam sejarah genetik mereka. Namun, apakah ini membuktikan jalur migrasi yang berbeda masih jadi perdebatan.

Studi terbaru ini menggunakan data genom berkualitas tinggi dan model demografi berbasis AI untuk menguji berbagai skenario asal-usul. Hasilnya menunjukkan bahwa orang Papua Nugini merupakan kelompok "saudara" dari populasi Asia lainnya. Kontribusi dari migrasi awal kemungkinan tidak dibutuhkan untuk menjelaskan keragaman genetik mereka.

Para peneliti juga menemukan bahwa nenek moyang mereka mengalami penyempitan populasi ekstrem (bottleneck) setelah tiba di Papua. Tidak seperti Asia atau Eropa yang mengalami ledakan populasi karena pertanian, populasi di Papua tetap kecil selama ribuan tahun. Sejarah demografis ini meninggalkan jejak genetik yang kompleks, dan bila salah dibaca bisa tampak seperti berasal dari populasi misterius.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#migrasi #DNA kuno #manusia #Evolusi #papua nugini