Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kapal Perang, Pemburu Paus, dan Akhir yang Beruntung di Pantai Skotlandia

Richard Lawongan • Rabu, 23 Juli 2025 | 20:29 WIB

Dalam gambar yang disediakan oleh Wessex Archaeology ini, Bangkai Kapal Sanday terlihat di tepi Sanday di Orkney, Februari 2024
Dalam gambar yang disediakan oleh Wessex Archaeology ini, Bangkai Kapal Sanday terlihat di tepi Sanday di Orkney, Februari 2024

 

RADARPAPUA - Seorang pelajar yang sedang berlari di pantai terpencil di Skotlandia menemukan tulang rusuk kapal kayu mencuat dari pasir. Penemuan itu memicu penyelidikan besar oleh arkeolog, ilmuwan, dan warga setempat. Hasilnya? Kapal tersebut diyakini sebagai Earl of Chatham, kapal perang abad ke-18 yang hidup dua kali—di medan tempur dan perburuan paus.

Kapal ini semula dikenal sebagai HMS Hind, fregat Angkatan Laut Inggris yang dibangun pada 1749. Ia terlibat dalam perebutan Kanada dari Prancis dan mengawal konvoi selama Perang Kemerdekaan Amerika. Setelah pensiun dari militer, kapal ini berganti nama dan nasib, menjadi pemburu paus di Laut Greenland.

Pada 1788, badai menggagalkan pelayarannya ke utara dan menenggelamkannya di lepas pantai Pulau Sanday, Orkney. Ajaibnya, seluruh 56 awak selamat. Bagi Ben Saunders, arkeolog dari Wessex Archaeology, ini membuktikan bahwa kapal ini memang “beruntung”—meski akhirnya karam.

Penemuan ini terjadi pada Februari 2024, ketika badai menyapu lapisan pasir yang menutupi bangkai kapal selama 250 tahun. Penduduk Sanday, pulau kecil berpopulasi 500 orang, segera bergotong royong mengangkut 12 ton kayu ek dari pantai menggunakan traktor dan trailer pertanian.

Dendrokronologi menunjukkan kayu kapal berasal dari Inggris selatan pertengahan abad ke-18. Data ini cocok dengan catatan rinci Angkatan Laut Inggris, yang mulai terorganisir saat itu. Dari sekian banyak bangkai kapal di sekitar Orkney, hanya Earl of Chatham yang cocok dengan semua bukti.

Kini kayu-kayu kapal direndam dalam tangki air tawar di Sanday Heritage Centre. Warga, termasuk para “peneliti komunitas”, terlibat aktif dalam penggalian dan pelestarian. Ini menjadi contoh gemilang bagaimana arkeologi bisa hidup berkat semangat kolektif masyarakat lokal.

Bagi penduduk, ini bukan sekadar bangkai kapal, tapi pengingat kuat bahwa masa lalu Sanday selalu hadir—entah terlihat di permukaan atau terkubur tipis di bawah pasir. Dengan perubahan iklim yang mengubah garis pantai, mungkin masih banyak cerita sejarah yang akan muncul kembali dari dalam bumi.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#Kapal Perang #penemuan #arkeologi #sejarah #maritim