Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Fosil Trilobit 450 Juta Tahun Ditemukan di Situs Romawi: Diduga Jimat Penangkal Jahat

Richard Lawongan • Jumat, 25 Juli 2025 | 12:28 WIB

Fosil Langka Dijadikan Perhiasan Romawi
Fosil Langka Dijadikan Perhiasan Romawi

RADARPAPUA - Sebuah penemuan langka menggemparkan dunia arkeologi: fosil trilobit berusia sekitar 450 juta tahun ditemukan di reruntuhan kota Romawi kuno A Cibdá de Armea, dekat Ourense, Galicia, Spanyol. Yang membuatnya luar biasa, fosil itu telah dimodifikasi oleh manusia dan kemungkinan besar digunakan sebagai jimat atau perhiasan antara abad ke-1 hingga ke-3 Masehi. Ini adalah trilobit pertama yang ditemukan dalam konteks arkeologi Romawi dan hanya yang kesebelas di dunia dalam konteks budaya kuno.

Trilobit adalah makhluk laut purba yang hidup jauh sebelum zaman dinosaurus. Bentuknya mirip kumbang berlapis baja dengan tubuh bersegmen, menjadikannya mudah dikenali. Namun, sangat jarang fosil trilobit ditemukan di situs arkeologi, apalagi dalam kondisi telah dimodifikasi.

Spesimen yang ditemukan ini berasal dari genus Colpocoryphe, yang hidup pada masa Ordovisium. Panjangnya sekitar 4 cm dan menunjukkan tujuh bagian bawah yang aus akibat gesekan buatan—tanda bahwa fosil ini sengaja diolah, mungkin untuk dipasang pada gelang atau kalung. Yang menarik, fosil ini bukan berasal dari wilayah Galicia, melainkan kemungkinan besar dari daerah sekitar Toledo, Ciudad Real, atau Badajoz—lebih dari 400 km jauhnya. Para peneliti menduga fosil ini dibawa melalui jalur dagang Romawi kuno, Vía de la Plata, yang menghubungkan kawasan selatan dan barat laut Hispania.

Bagi orang Romawi, benda-benda fosil bukan sekadar batu, melainkan dianggap memiliki kekuatan gaib. Fosil seperti trilobit dipercaya dapat melindungi pemiliknya dari kejahatan atau pengaruh supranatural. Penemuan ini ditemukan di dekat sebuah prasasti bertuliskan “MAXSIMVS,” yang mungkin merujuk pada tempat suci dalam rumah tangga elite. Karena itu, para arkeolog mengusulkan dua kemungkinan: trilobit ini bisa saja digunakan sebagai jimat pribadi, atau ditempatkan di altar rumah (lararium) sebagai persembahan.

Yang tak kalah menarik, bentuk trilobit yang bersegmen diduga menginspirasi desain manik-manik kaca atau batu hitam yang dikenal sebagai Trilobitenperlen, populer di kalangan perempuan dan anak-anak Romawi sebagai pelindung dari roh jahat. Meskipun benda seperti itu tidak ditemukan di Armea, kesamaan bentuknya menunjukkan bahwa makna spiritual trilobit telah menginspirasi kerajinan Romawi.

Fosil ini ditemukan bersama pecahan keramik, tulang hewan, dan koin dalam tumpukan sampah Romawi—tanda bahwa ketika makna spiritualnya hilang atau perhiasannya rusak, fosil ini dibuang. Namun, berabad-abad kemudian, ia justru menjadi kunci pemahaman baru tentang hubungan antara manusia Romawi dengan dunia purba yang tersembunyi di bawah tanah.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#romawi #jimat #arkeologi #purba