RADARPAPUA - Di tengah Gurun Sahara yang sekarang kering dan tandus, para arkeolog menemukan lukisan batu kuno yang menggambarkan perahu dan sapi. Penemuan ini menunjukkan bahwa ribuan tahun lalu, wilayah itu pernah hijau dan subur sebelum iklim berubah menjadi sangat kering.
Lukisan ini ditemukan di 16 lokasi baru di Gurun Timur Sudan, sekitar 97 kilometer dari danau terdekat. Hal ini mengejutkan karena sekarang daerah itu terlalu kering untuk memelihara sapi atau berlayar dengan perahu.
Menurut ilmuwan, lukisan sapi yang sedang digiring manusia menunjukkan bahwa tempat itu dulu cocok untuk beternak. Ini menjadi bukti bahwa Sahara dulunya adalah padang rumput luas tempat para penggembala sapi hidup.
Lukisan perahu yang ditemukan juga membuat para peneliti berpikir bahwa mungkin orang-orang dari Sungai Nil pernah tinggal sementara di gurun itu, mungkin untuk mencari emas atau menggembala ternak.
Setelah tahun 3.000 SM, iklim di wilayah itu berubah drastis. Gurun menjadi terlalu kering untuk sapi, dan banyak orang pindah ke tepi Sungai Nil. Di sanalah mereka kemudian ikut membentuk peradaban besar seperti Mesir dan Nubia.
Penemuan ini membantu kita memahami bagaimana perubahan iklim di masa lalu bisa mengubah cara hidup manusia. (*)
Editor : Richard Lawongan