Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Lukisan Batu Berumur 4.000 Tahun di Sudan Ungkap Sahara Dulu Pernah Hijau dan Subur

Richard Lawongan • Jumat, 25 Juli 2025 | 23:08 WIB

Seni cadas kuno menampilkan seorang penggembala dan seekor sapi di daerah yang sekarang disebut Sudan. Para arkeolog berpendapat bahwa ini adalah bukti bahwa sapi pernah merumput di bagian negara ini.
Seni cadas kuno menampilkan seorang penggembala dan seekor sapi di daerah yang sekarang disebut Sudan. Para arkeolog berpendapat bahwa ini adalah bukti bahwa sapi pernah merumput di bagian negara ini.

RADARPAPUA -
Di tengah Gurun Sahara yang sekarang kering dan tandus, para arkeolog menemukan lukisan batu kuno yang menggambarkan perahu dan sapi. Penemuan ini menunjukkan bahwa ribuan tahun lalu, wilayah itu pernah hijau dan subur sebelum iklim berubah menjadi sangat kering.

Lukisan ini ditemukan di 16 lokasi baru di Gurun Timur Sudan, sekitar 97 kilometer dari danau terdekat. Hal ini mengejutkan karena sekarang daerah itu terlalu kering untuk memelihara sapi atau berlayar dengan perahu.

Menurut ilmuwan, lukisan sapi yang sedang digiring manusia menunjukkan bahwa tempat itu dulu cocok untuk beternak. Ini menjadi bukti bahwa Sahara dulunya adalah padang rumput luas tempat para penggembala sapi hidup.

Lukisan perahu yang ditemukan juga membuat para peneliti berpikir bahwa mungkin orang-orang dari Sungai Nil pernah tinggal sementara di gurun itu, mungkin untuk mencari emas atau menggembala ternak.

Setelah tahun 3.000 SM, iklim di wilayah itu berubah drastis. Gurun menjadi terlalu kering untuk sapi, dan banyak orang pindah ke tepi Sungai Nil. Di sanalah mereka kemudian ikut membentuk peradaban besar seperti Mesir dan Nubia.

Penemuan ini membantu kita memahami bagaimana perubahan iklim di masa lalu bisa mengubah cara hidup manusia. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Sahara #penemuan #Lukisan batu