Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Henry si Buaya Tertua di Dunia Rayakan Ultah ke-124, Sudah Jadi Ayah dari 10.000 Anak Buaya!

Richard Lawongan • Minggu, 27 Juli 2025 | 02:42 WIB

Henry (tidak ada dalam foto) adalah buaya Sungai Nil yang ditangkap di Botswana pada tahun 1903.
Henry (tidak ada dalam foto) adalah buaya Sungai Nil yang ditangkap di Botswana pada tahun 1903.

RADARPAPUA -
Henry adalah buaya tertua yang diketahui di dunia. Dia tinggal di tempat perlindungan hewan bernama Crocworld Conservation Centre di Afrika Selatan dan baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-124 pada tanggal 16 Desember.

Henry adalah buaya Nil. Dia ditangkap di Botswana pada tahun 1903 dan sudah tinggal di Crocworld sejak tahun 1985. Selama hampir 40 tahun di sana, Henry sudah menjadi ayah dari lebih dari 10.000 anak buaya!

Walaupun tanggal lahirnya tidak diketahui pasti, para penjaga Henry memperkirakan dia lahir sekitar tahun 1900.

Menurut para ilmuwan, buaya bisa hidup sangat lama karena tubuh mereka menggunakan energi dengan sangat hemat. Mereka juga termasuk hewan berdarah dingin, jadi mereka tidak butuh banyak makanan untuk tetap hidup. Buaya seukuran manusia hanya makan sekitar 4% dari makanan yang dibutuhkan manusia.

Henry sekarang beratnya 700 kilogram dan panjangnya 5 meter! Ukurannya yang besar membuat dia aman dari serangan hewan lain.

Hidup di penangkaran yang aman dan diberi makan secara teratur juga membantu Henry hidup lebih lama. Selain itu, para ilmuwan berpikir bahwa darah dan perut buaya mungkin punya zat khusus yang membuat mereka kuat melawan penyakit.

Para peneliti tertarik mempelajari bagaimana buaya seperti Henry bisa hidup selama itu. Tapi mempelajari buaya tidak mudah, karena peneliti harus mengamati mereka sejak kecil sampai tua, dan umur buaya bisa lebih panjang dari karier si peneliti! (*)

Editor : Richard Lawongan
#buaya #Tertua #henry