Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Gharial: Buaya Unik dari Zaman Dulu yang Meniup Gelembung untuk Cari Pasangan

Richard Lawongan • Minggu, 27 Juli 2025 | 02:44 WIB

Gharial terpisah dari spesies buaya lainnya lebih dari 40 juta tahun yang lalu.
Gharial terpisah dari spesies buaya lainnya lebih dari 40 juta tahun yang lalu.

RADARPAPUA -
Gharial adalah sejenis buaya yang hidup di sungai-sungai di India dan Nepal. Bentuk mulutnya panjang dan ramping, mirip pipa. Gharial jantan dewasa punya benjolan bulat di ujung hidungnya yang disebut ghara, bentuknya mirip teko air khas India.

Benjolan ini punya fungsi unik. Saat musim kawin, gharial jantan meniup gelembung dan mengeluarkan suara aneh seperti dengungan untuk menarik perhatian gharial betina. Mereka bisa punya lebih dari satu pasangan.

Biasanya mereka kawin di bulan Desember atau Januari. Lalu di bulan Maret atau April, betinanya membuat sarang dan bertelur sekitar 40 butir. Telur gharial adalah yang paling besar di antara semua jenis buaya, beratnya bisa seperti bola hoki.

Anak-anak gharial akan menetas setelah 2 sampai 3 bulan dan tetap tinggal bersama induknya selama beberapa minggu atau bulan.

Gharial makan ikan. Anak-anaknya juga makan serangga, katak, dan hewan kecil lain di air. Mereka tidak menyerang diam-diam seperti buaya lainnya. Sebaliknya, mereka menggunakan moncong panjangnya untuk mendeteksi getaran air dan menangkap ikan dengan cepat.

Walau mirip buaya atau alligator, gharial sudah berbeda dari mereka sejak 40 juta tahun lalu. Gharial tidak bisa berjalan di darat dengan baik, jadi mereka biasanya menggeserkan tubuhnya di tanah.

Dulu, jumlah gharial sangat banyak, dari Pakistan sampai Myanmar. Tapi sekarang, mereka hampir punah. Sekarang hanya ada sekitar 650 gharial dewasa di alam liar. Dulu, di tahun 1940-an, jumlahnya bisa sampai 10.000. Penurunan ini karena perburuan, penangkapan ikan, dan rusaknya tempat tinggal mereka.

Untungnya, beberapa program perlindungan seperti penangkaran dan penjagaan sarang sudah membantu meningkatkan jumlahnya dari hanya 250 ekor pada tahun 2006. (*)

Editor : Richard Lawongan
#pasangan #buaya #zaman dulu #Gharial #hewan reptil #unik