Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Peradaban Tua Terungkap di Alaska: Sisa Desa 7.000 Tahun Lalu Ditemukan di Pulau Shuyak

Richard Lawongan • Senin, 28 Juli 2025 | 12:29 WIB

Pecahan pisau batu diperkirakan berusia 7000 tahun.
Pecahan pisau batu diperkirakan berusia 7000 tahun.

RADARPAPUA - Sebuah tim arkeolog berhasil menemukan sisa-sisa desa kuno berusia 7.000 tahun di sebuah pulau terpencil di Alaska.

Penemuan ini terjadi di Pulau Shuyak, yang berada di bagian utara dari Kepulauan Kodiak.

Pulau ini terkenal dengan hutan lebat, cuaca dingin, dan jauh dari pemukiman modern.

Menurut People – para ahli menemukan berbagai alat kuno dan tanda-tanda tempat tinggal yang membuktikan adanya kehidupan ribuan tahun lalu.

Temuan ini diperkirakan merupakan bagian dari peradaban awal suku Alutiiq, salah satu kelompok asli Alaska.

Suku Alutiiq dikenal sebagai masyarakat pemburu-pengumpul yang hidup dari hasil laut dan berburu hewan liar.

Para arkeolog menemukan alat-alat dari batu, sisa makanan, dan bahkan struktur bekas rumah sederhana.

Dilansir dari People – desa kuno ini dipercaya pernah dihuni secara musiman oleh kelompok kecil manusia purba.

Mereka kemungkinan tinggal di sana saat musim panas untuk memanfaatkan ikan dan hasil hutan.

Penelitian dilakukan oleh tim dari Alutiiq Museum bersama Arkeolog dari negara bagian Alaska.

Menurut arkeolog April Laktonen Counceller – temuan ini menunjukkan bahwa Shuyak telah dihuni sejak ribuan tahun lalu.

Beberapa alat yang ditemukan mencakup pisau batu kecil, ujung tombak, dan pemukul dari batu bulat.

Alat-alat itu digunakan untuk memotong ikan, menguliti binatang, atau memecah tulang.

Ada juga sisa-sisa batu api yang digunakan untuk membuat alat tajam dan memulai api.

Temuan penting lainnya adalah bekas gundukan tanah yang menunjukkan posisi rumah-rumah semi-bawah tanah.

Rumah jenis ini dibuat dengan menggali tanah, lalu menutup bagian atasnya dengan kayu dan rumput.

Metode ini digunakan untuk melindungi dari angin dingin dan cuaca ekstrem.

Menurut para ahli – cara hidup masyarakat kuno di sana menunjukkan kecerdasan dalam beradaptasi dengan alam liar Alaska.

Penemuan ini akan membantu memperkuat pengetahuan tentang sejarah awal masyarakat pribumi Alaska.

Tim peneliti akan terus menggali situs tersebut selama musim panas dan mendokumentasikan seluruh temuan.

Hasil dari penelitian ini rencananya akan ditampilkan di Alutiiq Museum yang berada di kota Kodiak.

Masyarakat setempat sangat bangga dengan penemuan ini karena bisa memperkuat identitas budaya mereka.

Temuan seperti ini membuktikan bahwa meski tersembunyi, masa lalu tetap bisa bicara lewat jejak-jejak kecil. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#alaska #SukuAlutiiq #SejarahKuno #PulauShuyak #PenemuanArkeologi