RADARPAPUA - Sebuah ukiran wajah manusia yang ditemukan di dasar Danau Lednica, Polandia, mengejutkan para arkeolog dunia.
Penemuan ini berasal dari sepotong kayu berukuran 12 inci yang dipahat membentuk wajah.
Ukiran tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-10, atau sekitar tahun 967 Masehi.
Kayu ukiran itu ditemukan di dekat reruntuhan benteng kuno Ostrow Lednicki, tempat penting dalam sejarah awal Polandia.
Menurut para peneliti dari Nicolaus Copernicus University, temuan ini bisa jadi merupakan simbol spiritual masyarakat Slavia kuno.
Mereka percaya bahwa kayu tersebut mungkin pernah digunakan sebagai totem atau penanda upacara keagamaan.
Selain ukiran, para penyelam juga menemukan tulang kuda di lokasi yang sama.
Temuan tulang tersebut menguatkan dugaan bahwa area itu digunakan untuk ritual atau persembahan spiritual.
Danau Lednica memang dikenal sebagai situs penting dalam proses kristenisasi Polandia.
Namun sebelum pengaruh Kristen, wilayah ini dihuni oleh suku Slavia yang memiliki budaya dan kepercayaan sendiri.
Penemuan ini menjadi jendela baru untuk memahami praktik religius masyarakat Slavia sebelum pengaruh luar masuk.
Menurut Popular Mechanics – kayu itu sangat terjaga berkat lingkungan danau yang rendah oksigen.
Kondisi air dan suhu danau membantu melindungi struktur kayu dari pembusukan selama lebih dari seribu tahun.
Wajah yang diukir menampilkan ekspresi yang sederhana namun jelas.
Para ahli percaya ukiran ini bukan sekadar karya seni, melainkan punya makna simbolis atau mistis.
Sejauh ini belum ditemukan artefak lain dengan desain yang serupa di wilayah tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa ukiran ini mungkin dibuat untuk tujuan yang sangat spesifik.
Penemuan ini juga menantang anggapan bahwa masyarakat Slavia kuno tidak menghasilkan karya seni figuratif.
Sebaliknya, mereka tampaknya sudah memiliki bentuk simbolisme spiritual yang kompleks.
Proyek penggalian ini merupakan bagian dari program tahunan eksplorasi bawah air di Danau Lednica.
Setiap tahun, para arkeolog menyelam untuk menelusuri sisa-sisa sejarah yang tenggelam di danau tersebut.
Wajah kayu ini kini sedang dianalisis lebih lanjut di laboratorium konservasi untuk memastikan usianya secara tepat.
Tim juga berencana menggali lebih banyak artefak di sekitar lokasi penemuan untuk memahami konteks budaya yang lebih luas.
Penemuan ini memberi kontribusi besar pada studi arkeologi Slavia awal di Eropa Tengah.
Wajah kayu ini kini menjadi simbol baru dari jejak spiritual masyarakat yang telah lama hilang.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan