Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Setelah Kekaisaran Romawi Runtuh, Apa yang Terjadi pada Kota Roma? Ini Jawaban Mengejutkannya!

Richard Lawongan • Senin, 28 Juli 2025 | 23:25 WIB

Roma terus berlanjut setelah Kekaisaran Romawi Barat runtuh, namun kota ini mengalami perang dan berkurangnya penduduk.
Roma terus berlanjut setelah Kekaisaran Romawi Barat runtuh, namun kota ini mengalami perang dan berkurangnya penduduk.

RADARPAPUA -
Kekaisaran Romawi Barat resmi berakhir pada tahun 476 Masehi, saat kaisar terakhirnya menyerah. Tapi kota Roma tidak ikut hilang. Kota ini masih ada dan mengalami banyak perubahan setelah itu.

Setelah kekaisaran runtuh, banyak kelompok bertempur untuk menguasai Roma. Perang-perang ini membuat jumlah penduduk Roma menurun drastis. Bahkan ada tulisan sejarah yang bilang Roma sempat kosong, tidak ada orang selama 40 hari.

Dulu, Roma adalah ibu kota kekaisaran besar yang wilayahnya sangat luas, mulai dari Inggris sampai Afrika Utara. Tapi karena kekaisarannya terlalu besar, akhirnya dibagi dua: Romawi Barat dan Romawi Timur. Romawi Barat akhirnya hancur karena banyak diserang oleh kelompok asing yang disebut "bangsa barbar".

Setelah itu, seorang prajurit Jerman bernama Odoacer memimpin Roma, tapi ia tidak menyebut dirinya kaisar. Lalu pada tahun 493, pemimpin suku Ostrogoth bernama Theodoric mengalahkan Odoacer dan menjadi penguasa baru Roma.

Meski bukan orang Romawi asli, Theodoric menjaga kota Roma dengan baik. Ia membiayai perawatan bangunan-bangunan penting, mengadakan pertunjukan, dan memberikan makanan gratis. Namun, Roma tetap punya masalah dari dalam. Ada perselisihan antarumat Kristen soal siapa yang jadi Paus, sampai-sampai ada dua Paus sekaligus! Ada juga kerusuhan terhadap orang Yahudi.

Setelah Theodoric meninggal, Kaisar Justinian dari Kekaisaran Romawi Timur (juga disebut Kekaisaran Bizantium) mengirim pasukan untuk merebut kembali Roma pada tahun 535. Roma jadi medan perang, direbut bolak-balik antara pasukan Bizantium dan Ostrogoth. Penduduk makin berkurang, dan kota ini sempat seperti kota mati.

Akhirnya, pada tahun 554, pasukan Justinian benar-benar merebut kembali Roma. Tapi tak lama kemudian, kelompok baru bernama Lombard datang menyerang. Mereka merebut banyak wilayah Italia, tapi tidak berhasil menaklukkan Roma.

Dulu, Roma punya sekitar 1 juta penduduk. Tapi setelah semua perang dan bencana, penduduknya tinggal puluhan ribu. Banyak orang juga meninggal karena kelaparan, cuaca dingin ekstrem, dan wabah penyakit seperti pes.

Meski sempat hampir hancur, Roma tetap bertahan. Salah satu alasannya adalah karena Paus masih tinggal di sana. Sampai sekarang, Roma dikenal sebagai kota bersejarah dan jadi tempat wisata terkenal di dunia. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Bangsa Romawi #runtuh #kekaisaran romawi #Kota Roma