Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Liontin Koin Emas dari Masa Kaisar Justin II Ditemukan di Inggris

Prisilia Rumengan • Selasa, 29 Juli 2025 | 16:30 WIB

Liontin koin emas berkualitas tinggi berdiameter 19,6 mm (0,7 inci) adalah bukti pertama "kelompok elit" di wilayah Thaxted pada abad ke-6 (credit: Colchester and Ipswich Museum Services)
Liontin koin emas berkualitas tinggi berdiameter 19,6 mm (0,7 inci) adalah bukti pertama "kelompok elit" di wilayah Thaxted pada abad ke-6 (credit: Colchester and Ipswich Museum Services)

RADARPAPUA - Sebuah liontin emas langka berbentuk koin abad ke-6 yang ditemukan di dekat Thaxted, Essex, mengubah pemahaman para ahli tentang kehidupan elit di Inggris awal abad pertengahan.

Temuan luar biasa ini berasal dari seorang pengguna detektor logam dan kini telah dinyatakan sebagai harta karun oleh otoritas koroner setempat.

Liontin tersebut ternyata merupakan tiruan koin Bizantium yang menggambarkan Kaisar Justin II, yang berkuasa dari tahun 565 hingga 578 M.

Meski bukan koin asli Kekaisaran Bizantium, replika ini dicetak oleh kerajaan-kerajaan Eropa pasca-Romawi sebagai simbol kekuasaan dan otoritas politik.

Menurut sejarawan Lori Rogerson, temuan ini sangat signifikan karena memberikan bukti konkret tentang keberadaan kelompok elit di wilayah Essex pada masa tersebut.

“Selama ini kami hampir tidak memiliki catatan tertulis mengenai periode awal abad pertengahan di Essex. Liontin ini benar-benar memberikan pencerahan baik secara harfiah maupun historis,” jelasnya.

Penemuan liontin Thaxted menjadi salah satu dari sedikit bukti arkeologis berkualitas tinggi di Essex.

Berbeda dengan wilayah seperti Kent, Suffolk, dan Norfolk yang lebih kaya temuan, Essex selama ini relatif minim dari artefak elit.

Ini menjadikan liontin tersebut sangat berharga dalam membantu menyusun kembali sejarah sosial dan politik wilayah tersebut.

Rogerson menambahkan bahwa emas liontin ini sangat murni dan merupakan perhiasan kalangan atas.

"Kita tidak mungkin menemukannya lewat penggalian komersial biasa. Jika bukan karena pendeteksi logam, kita tidak akan tahu ada individu berstatus tinggi di daerah ini pada zaman itu,” ujarnya.

Temuan ini juga memperkaya narasi sejarah yang sebelumnya dibentuk oleh penemuan ruang pemakaman mewah dari tahun 580–605 M di Prittlewell, dekat Southend-on-Sea.

Pemilik makam tersebut, yang dijuluki Pangeran Prittlewell, diketahui merupakan sosok penting dalam sejarah awal Inggris.

“Liontin Thaxted, bersama benda-benda lain seperti cincin dari Hutan Epping dan makam pasangan suami istri dari Chelmsford, membantu kami membentuk peta sosial elit Essex di abad ke-6,” ungkap Rogerson.

Museum Saffron Walden kini menyatakan ketertarikan untuk mengakuisisi liontin tersebut sebagai bagian dari pelestarian warisan lokal.

Dengan bertambahnya bukti keberadaan orang-orang penting di masa lalu Essex, para arkeolog berharap dapat menyusun kembali kisah sejarah yang selama ini tertutup kabut waktu.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Perhiasan kuno #arkeolog #penemuan #koin emas #Kaisar Justinianus #sejarah #liontin