RADARPAPUA - Tim arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung menemukan tujuh kerangka manusia purba di Gua Pawon, sebuah gua di Desa Gunung Masigit, Bandung Barat, Jawa Barat.
Kerangka-kerangka ini disebut “Manusia Pawon”. Penemuan ini sangat penting karena membantu para ilmuwan memahami bagaimana manusia zaman dulu hidup di Jawa Barat.
Penggalian di Gua Pawon dimulai sejak tahun 2003. Saat itu, tim menemukan tulang manusia pertama yang dinamai Rangka I. Sejak itu, mereka terus menggali dan berhasil menemukan tujuh kerangka yang usianya berbeda-beda. Yang paling tua berumur 11.000 tahun, dan yang paling muda sekitar 5.600 tahun.
Semakin dalam mereka menggali tanah, semakin tua umur tulangnya. Beberapa kerangka ditemukan dalam posisi terlipat, seperti orang tidur meringkuk.
Selain tulang manusia, tim juga menemukan alat-alat dari batu seperti alat pukul dan alat tajam, yang dipakai oleh Manusia Pawon untuk memecah tulang atau membuat alat lainnya.
Untuk mengetahui lebih jelas siapa saja orang-orang zaman dulu itu, para ilmuwan memeriksa gigi mereka. Dari gigi, bisa diketahui usia saat meninggal, jenis kelamin, dan ras mereka. Misalnya, Rangka III diketahui laki-laki dan meninggal saat berusia lebih dari 20 tahun.
Para peneliti juga menemukan bahwa Manusia Pawon rata-rata hanya hidup sampai usia 30 tahun. Gigi mereka tidak berlubang, walaupun zaman itu belum ada sikat gigi! Tapi mereka punya banyak karang gigi dan penyakit gusi.
Penemuan ini sangat penting bagi dunia ilmu pengetahuan. Dari gigi mereka, para ilmuwan bisa meneliti bakteri zaman dulu, yang bisa berguna untuk ilmu kesehatan dan kedokteran gigi masa kini.
Tim arkeologi temukan 7 kerangka manusia purba di Gua Pawon, ungkap kehidupan kuno ribuan tahun lalu di Jawa Barat. (*)
Editor : Richard Lawongan