Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Fosil Jaringan Lunak Sirip Reptil Laut Purba, Jejak Predator Jurassic

Richard Lawongan • Rabu, 30 Juli 2025 | 09:52 WIB

Penemuan fosil purba di laut yang pernah ada jutaan tahun lalu.
Penemuan fosil purba di laut yang pernah ada jutaan tahun lalu.

RADARPAPUA - Baru-baru ini, ilmuwan menemukan fosil sirip reptil laut raksasa dari periode Jurassic awal yang sangat langka dan terawetkan dengan baik.

Sirip ini milik Temnodontosaurus, predator laut purba yang hidup sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Temnodontosaurus termasuk dalam kelompok ichthyosaurus, reptil laut yang bentuknya mirip lumba-lumba tapi berbeda secara biologis.

Penemuan ini penting karena fosil sirip yang ditemukan menunjukkan jaringan lunak yang jarang sekali terawetkan, bukan hanya tulang atau kerangka.

Jaringan lunak ini memberi informasi baru tentang bagaimana sirip Temnodontosaurus berfungsi saat berburu di perairan yang gelap dan dalam.

Para peneliti mengatakan sirip ini menunjukkan bahwa Temnodontosaurus bisa bergerak dengan cara yang sangat khusus untuk mendekati mangsanya secara diam-diam.

Dengan sirip seperti ini, reptil laut purba ini mampu menjadi predator yang sangat efisien di ekosistem laut Jurassic.

Penemuan ini membantu kita memahami evolusi adaptasi hewan purba dalam menghadapi tantangan lingkungan laut.

Menurut laporan dari phys.org, fosil ini ditemukan di daerah yang dulunya adalah dasar laut dan kini menjadi lokasi penggalian paleontologi.

Penemuan fosil dengan jaringan lunak seperti ini sangat jarang karena biasanya jaringan tersebut cepat membusuk dan tidak meninggalkan jejak.

Fosil ini membuka peluang baru untuk mempelajari lebih dalam tentang perilaku dan struktur tubuh reptil laut purba.

Penelitian lebih lanjut diharapkan bisa mengungkap bagaimana hewan ini berenang dan berburu dengan menggunakan sirip unik tersebut.

Pentingnya penemuan ini juga terletak pada bagaimana fosil tersebut bisa bertahan dalam kondisi yang memungkinkan jaringan lunaknya tetap ada.

Hal ini memberi tahu kita tentang kondisi lingkungan saat fosil tersebut terawetkan jutaan tahun lalu.

Menurut para ahli paleontologi, penemuan ini juga menambah daftar spesies yang pernah hidup di zaman Jurassic yang sangat beragam.

Fosil Temnodontosaurus ini menjadi bukti kuat bahwa adaptasi biologis kompleks sudah terjadi sangat awal dalam sejarah kehidupan laut.

Selain sirip, para ilmuwan berharap dapat menemukan bagian lain dari tubuh reptil ini untuk melengkapi gambaran tentang hewan purba ini.

Penemuan ini juga menginspirasi penelitian lebih lanjut dalam bidang paleobiologi dan ilmu kehidupan purba.

Secara keseluruhan, fosil ini memberi kita jendela ke masa lalu yang lebih detail tentang bagaimana hewan laut raksasa berinteraksi dengan lingkungan mereka. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#Jurassic #Temnodontosaurus #paleontologi #FosilPurba #ReptilLaut