RADARPAPUA - Seorang ahli komputer dari Brasil bernama Cicero Moraes membuat penelitian baru tentang Kain Kafan Turin, kain yang katanya digunakan untuk membungkus tubuh Yesus setelah disalib. Ia menemukan bahwa gambar wajah dan tubuh di kain itu kemungkinan besar tidak berasal dari tubuh manusia asli, tetapi dari patung datar (seperti ukiran tipis).
Moraes menggunakan komputer untuk membuat dua model: satu berbentuk tubuh manusia sungguhan, dan satu lagi seperti patung tipis. Lalu, ia mencoba menaruh kain secara virtual ke atas kedua model itu.
Hasilnya, kain yang ditaruh di atas patung lebih mirip dengan foto asli kain kafan. Tapi kalau kain ditaruh di atas tubuh manusia, gambarnya jadi aneh dan tidak rata, seperti topeng yang melebar.
Moraes percaya kain kafan ini bukan benar-benar dari zaman Yesus, tapi mungkin dibuat pada Abad Pertengahan (sekitar tahun 1200–1300). Saat itu, orang sering membuat karya seni agama berbentuk patung datar.
Peneliti lain, Andrea Nicolotti, setuju bahwa gambar pada kain itu memang tidak mungkin berasal dari tubuh manusia. Tapi menurutnya, penemuan Moraes ini bukanlah hal yang benar-benar baru.
Meski begitu, Moraes ingin menunjukkan bahwa teknologi modern bisa membantu kita memahami sejarah dengan lebih baik. Ia juga menyebut bahwa kain ini tetap bisa dianggap sebagai karya seni Kristen yang sangat indah. (*)
Editor : Richard Lawongan