OpenAI Siapkan GPT-5, Generasi Baru AI yang Lebih Pintar dan Lebih Serbaguna

Richard Lawongan • Dipublikasikan Senin, 4 Agustus 2025 | 12:56 WIB

OpenAI
OpenAI

RADARPAPUA - Perusahaan teknologi kecerdasan buatan OpenAI dikabarkan akan segera meluncurkan model terbaru mereka yang bernama GPT-5.

GPT-5 merupakan singkatan dari Generative Pre-trained Transformer 5, yaitu versi lanjutan dari GPT-4 yang saat ini digunakan di berbagai aplikasi AI.

Menurut laporan dari The Verge - GPT-5 sedang dalam tahap penyempurnaan akhir dan akan dirilis pada bulan Agustus 2025.

GPT-5 dikembangkan untuk menjadi lebih pintar, cepat, dan bisa mengerjakan lebih banyak tugas sekaligus dibanding versi sebelumnya.

Model ini tidak hanya bisa membuat teks, tapi juga mampu mengenali suara, gambar, dan bahkan video secara bersamaan.

Fitur ini disebut dengan istilah multimodal capability, yaitu kemampuan memahami dan merespons berbagai jenis informasi.

Selain itu, GPT-5 akan terintegrasi dengan sistem memory, yang memungkinkan AI untuk mengingat percakapan sebelumnya.

Dengan adanya sistem memori ini, pengguna tidak perlu terus mengulang perintah atau menjelaskan dari awal.

OpenAI juga menyebut bahwa GPT-5 dapat digunakan untuk membuat AI agents, yaitu program yang bisa menjalankan tugas secara otomatis berdasarkan instruksi pengguna.

Contohnya, kamu bisa menyuruh AI untuk mengelola email, merangkum dokumen, bahkan membantu coding secara langsung.

Hal ini membuat GPT-5 menjadi lebih dari sekadar chatbot, tetapi seperti asisten digital yang bisa bekerja sendiri.

GPT-5 juga disebut lebih efisien dalam hal penggunaan daya komputasi, sehingga bisa digunakan oleh lebih banyak orang dan perusahaan.

Menurut OpenAI, mereka akan lebih hati-hati dalam merilis GPT-5 agar tidak disalahgunakan untuk penipuan, manipulasi, atau penyebaran informasi palsu.

Mereka juga bekerja sama dengan para peneliti keamanan dan pemerintah untuk memastikan teknologi ini aman digunakan.

Peluncuran GPT-5 ini menjadi sorotan global karena AI kini digunakan di hampir semua bidang, seperti pendidikan, kesehatan, hiburan, dan bisnis.

Banyak perusahaan besar sudah antre untuk mencoba GPT-5 karena potensinya dianggap bisa meningkatkan produktivitas kerja.

Namun, ada juga yang khawatir bahwa kemampuan GPT-5 bisa menggantikan pekerjaan manusia secara besar-besaran.

Para ahli mengingatkan bahwa teknologi ini harus digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti manusia sepenuhnya.

Dengan peluncuran GPT-5, OpenAI kembali memimpin dalam perlombaan pengembangan teknologi kecerdasan buatan dunia.

Diharapkan, versi terbaru ini bisa memberi manfaat besar jika digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. (aak)

Editor : Richard Lawongan
Sumber : reuters.com
Teknologi2025 ArtificialIntelligence openai GPT5 AIUpdate