Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kapal Karam di Pantai Kenya Diduga Milik Vasco da Gama dari 500 Tahun Lalu

Richard Lawongan • Senin, 4 Agustus 2025 | 23:14 WIB

Bangkai kapal ini terletak sekitar 1.600 kaki dari pantai, pada kedalaman sekitar 20 kaki; mungkin akan dikembangkan sebagai museum bawah laut untuk para penyelam. (Kredit gambar: Filipe Castro)
Bangkai kapal ini terletak sekitar 1.600 kaki dari pantai, pada kedalaman sekitar 20 kaki; mungkin akan dikembangkan sebagai museum bawah laut untuk para penyelam. (Kredit gambar: Filipe Castro)

RADARPAPUA -
Di dekat pantai Kenya, para ahli menemukan bangkai kapal yang mungkin berasal dari perjalanan terakhir penjelajah terkenal, Vasco da Gama, sekitar 500 tahun lalu.

Kapal ini ditemukan pada tahun 2013 di dekat kota Malindi, Kenya. Para peneliti menduga kapal ini bernama São Jorge, kapal Portugis yang tenggelam tahun 1524. Tapi mereka belum bisa memastikan 100 persen.

Kalau benar kapal ini adalah São Jorge, maka ini bisa menjadi salah satu kapal Eropa pertama yang tenggelam di Samudra Hindia, dan sangat penting untuk sejarah dunia.

Kapal ini tenggelam sekitar 500 meter dari pantai dan berada di kedalaman 6 meter. Para penyelam menemukan bagian-bagian kayu kapal yang tertutup karang. Tim peneliti berencana menyelidiki lebih jauh sepanjang terumbu karang dari Malindi sampai Ras Ngomeni.

Vasco da Gama adalah orang Portugis yang pertama kali menemukan jalan laut dari Eropa ke India lewat ujung selatan Afrika, tahun 1497. Ia melakukan tiga perjalanan besar ke India, dan meninggal tahun 1524, kemungkinan karena malaria.

São Jorge adalah salah satu dari sekitar 20 kapal dalam perjalanan terakhir da Gama ke India. Kalau benar bangkai kapal ini São Jorge, itu akan jadi bukti nyata bahwa armada Vasco da Gama pernah sampai ke perairan Kenya.

Kapal ini bisa menjadi "harta karun sejarah" karena sangat langka dan penting. Pemerintah Kenya juga tertarik menjadikannya sebagai museum bawah laut agar orang bisa belajar tentang sejarahnya.

Penemuan ini pertama kali dilakukan oleh Caesar Bita, ahli arkeologi bawah laut dari Museum Nasional Kenya. Ia menemukan barang-barang seperti batangan tembaga dan gading gajah di lokasi kapal karam itu.

Namun, para ahli mengatakan, kapal ini perlu dilindungi dengan baik agar tidak rusak atau hilang, karena menyimpan cerita penting dari masa lalu. (*)

Editor : Richard Lawongan
#pantai #Kenya #kapal karam #Vasco da Gama