RADAPAPUA - Teknologi baterai sebentar lagi bisa mengalami lompatan besar, setelah para ilmuwan berhasil menemukan lima material baru yang lebih kuat dan tahan lama dibanding lithium, dan semuanya ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence).
Biasanya, baterai yang kita gunakan di HP, laptop, atau mobil listrik pakai bahan dasar lithium, tapi bahan ini punya kelemahan karena gampang rusak kalau terlalu panas, terlalu dingin, atau kena air.
Nah, tim ilmuwan dari Lawrence Berkeley National Laboratory di Amerika menggunakan AI untuk menyaring lebih dari 300 ribu jenis material, dan menemukan lima yang cocok banget jadi pengganti lithium.
Menurut SciTechDaily – metode yang mereka pakai disebut salt fix, yaitu proses menambahkan senyawa garam khusus untuk melapisi bagian penting dari baterai, supaya nggak gampang rusak.
Baca Juga: SIGGRAPH 2025: Teknologi Masa Depan Dipamerkan di Panggung Dunia Digital
Material baru ini bukan cuma tahan air dan suhu ekstrem, tapi juga bisa meningkatkan masa pakai baterai hingga 10 kali lipat lebih lama dari baterai lithium biasa.
Bayangin aja, kalau sekarang baterai HP kamu cuma tahan 2 tahun sebelum mulai ngedrop, nanti bisa tahan sampai 10 tahun lebih tanpa perlu ganti!
Penemuan ini penting banget buat mobil listrik, karena kendaraan butuh baterai yang kuat, tahan panas, dan awet dalam jangka panjang.
Selain itu, baterai dengan material baru ini juga ramah lingkungan karena bisa mengurangi limbah baterai yang berbahaya dan susah didaur ulang.
Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan laboratorium, tapi para peneliti optimis kalau dalam beberapa tahun ke depan, bahan ini bisa diproduksi massal.
Kemajuan ini juga nunjukin betapa pentingnya peran AI dalam dunia sains, bukan cuma buat chatbot atau edit foto, tapi juga bantu nyelametin masa depan energi dunia.
Dengan teknologi kayak gini, ke depan kita bisa lihat dunia di mana semua alat elektronik, kendaraan, dan gadget punya baterai super yang tahan lama, lebih aman, dan lebih hijau buat bumi.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan