RADARPAPUA - Para arkeolog baru-baru ini menemukan gereja Kristen kuno yang menyimpan pesan mengejutkan dari 1.600 tahun yang lalu.
Gereja ini ditemukan di area utara Suriah yang pernah menjadi pusat penyebaran agama Kristen awal.
Di dalam bangunan gereja, para peneliti menemukan prasasti kuno yang berisi peringatan keras untuk para non-pemercaya.
Pesan tersebut tertulis dalam bahasa Yunani kuno dan diukir dengan rapi di atas lantai mosaik.
Menurut para ahli, tulisan ini menunjukkan bagaimana kepercayaan agama digunakan sebagai bentuk perlindungan komunitas pada masa itu.
Dilansir dari New York Post – peringatan tersebut berbunyi, “Siapa pun yang masuk ke tempat ini tanpa iman, biarlah ia dihukum.”
Pernyataan itu menggambarkan betapa seriusnya orang Kristen awal dalam menjaga tempat ibadah mereka dari gangguan luar.
Penemuan ini menyoroti ketegangan agama yang pernah terjadi di wilayah tersebut antara pemeluk Kristen dan kelompok lain.
Gereja ini diyakini dibangun sekitar abad ke-5 Masehi saat Kekaisaran Bizantium mulai menyebarkan Kristen sebagai agama resmi.
Menurut para peneliti, struktur bangunannya memperlihatkan gaya arsitektur Bizantium dengan atap melengkung dan lantai mosaik warna-warni.
Tulisan di mosaik itu menjadi bukti bahwa gereja ini tidak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga simbol kekuatan spiritual.
Penemuan ini menjadi penting karena sangat sedikit gereja dari era itu yang masih memiliki tulisan asli utuh.
Mosaik yang ditemukan juga memperlihatkan lambang-lambang khas Kekristenan awal seperti ikan dan salib.
Tim arkeolog yang bekerja di situs ini berasal dari universitas dan museum lokal yang bekerja sama dengan UNESCO.
Penemuan ini juga membuka kembali pembicaraan tentang bagaimana umat Kristen awal menyampaikan pesan keimanan mereka secara publik.
Beberapa ahli sejarah agama menyebut prasasti ini sebagai salah satu contoh “tulisan sakral” yang bertujuan membatasi ruang ibadah dari ancaman luar.
Selain prasasti, ditemukan juga potongan altar batu, guci-guci keramik, dan bagian dari jendela kaca berwarna.
Penemuan gereja ini menjadi jendela penting untuk memahami kehidupan spiritual dan sosial masyarakat Kristen awal di Timur Tengah.
Gereja ini saat ini diamankan oleh otoritas lokal dan akan dijadikan sebagai situs sejarah yang bisa dikunjungi wisatawan ke depan.
Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui siapa pendeta atau tokoh penting yang mungkin pernah memimpin gereja ini.
Penemuan ini menjadi pengingat bahwa sejarah keimanan dan keyakinan manusia memiliki akar yang panjang dan dalam. (aak)
Editor : Richard Lawongan