Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Homo Sapiens Tertua di Belgia: Gua Trou Al'Wesse Ungkap Artefak Usia 40.000 Tahun

Prisilia Rumengan • Rabu, 6 Agustus 2025 | 15:15 WIB

Manik gading yang menunjukkan perforasi, jejak pengerjaan, dan residu pewarna merah.
Manik gading yang menunjukkan perforasi, jejak pengerjaan, dan residu pewarna merah.

RADARPAPUA - Di tengah hutan sunyi di tepi Sungai Hoyoux, Belgia, para arkeolog menggali sebuah situs luar biasa: Gua Trou Al’Wesse, tempat yang menyimpan jejak pemukiman Homo sapiens pertama di Eropa Barat Laut sekitar 40.000 tahun lalu. Gua ini kembali menjadi pusat perhatian dalam kampanye ekskavasi baru yang dipimpin Universitas Liège.

Gua ini pertama kali dieksplorasi pada abad ke-19 oleh para pionir paleontologi, termasuk Philippe-Charles Schmerling dan Edouard Dupont. Mereka menemukan lapisan tulang binatang purba seperti mammoth dan rusa kutub, serta alat batu. Namun, karena metode ekskavasi saat itu masih primitif, banyak benda ditemukan tanpa konteks lapisan tanah yang jelas—dan sebagian besar akhirnya hilang.

Terobosan besar terjadi pada akhir 1980-an, saat Universitas Liège melanjutkan penggalian. Meskipun bagian dalam gua telah terganggu, area luar gua masih menyimpan endapan sedimen yang utuh. Pada 2003, penggalian lebih dalam membuahkan hasil mengejutkan: alat-alat dari zaman Paleolitik Atas yang benar-benar terjaga.

Di antaranya, ditemukan alat serpih batu, kepala tombak dari tanduk rusa, serta fragmen benda dari gading mammoth. Bahkan ditemukan manik-manik dan benda berukir, peninggalan budaya Aurignacian—budaya pertama Homo sapiens di Eropa. Uji karbon menunjukkan usia artefak ini lebih dari 35.000 tahun, menjadikannya saksi penting peradaban manusia awal.

Artefak-artefak ini membuka jendela pada masa ketika seni pertama kali muncul, bersamaan dengan lukisan gua Chauvet dan patung-patung gading dari Swabia. "Penemuan ini memperkaya pemahaman kita tentang masa-masa krusial dalam sejarah manusia," kata arkeolog Veerle Rots dari TraceoLab, ULiège.

Selain nilai ilmiahnya, ekskavasi ini juga menjadi lapangan praktik penting. Mahasiswa arkeologi dari Belgia, Prancis, dan bahkan Toulouse dan Bordeaux berlatih langsung menggali situs purbakala yang kaya ini setiap musim panas.

Trou Al’Wesse kini tak hanya menjadi jejak Homo sapiens pertama di wilayah ini, tetapi juga tempat belajar generasi baru peneliti yang akan terus menggali misteri masa lalu manusia.(aj)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#homo sapiens #Paleolitik #penemuan #arkeologi