RADARPAPUA - Sebuah penemuan mengejutkan kembali terjadi di dunia arkeologi yang membuat para ilmuwan dan sejarawan kagum.
Para arkeolog dari proyek Temple Mount Sifting Project berhasil menemukan segel tanah liat kuno yang diperkirakan berusia sekitar 2.600 tahun.
Segel ini dikenal dengan istilah "bulla", yang dulu digunakan untuk menyegel dokumen atau barang penting agar tidak dibuka oleh orang sembarangan.
Penemuan ini ditemukan di area sekitar Bukit Bait Suci di Yerusalem, wilayah yang penuh dengan sejarah keagamaan dan politik.
Yang membuat segel ini istimewa adalah tulisan kuno dalam bahasa Ibrani Kuno yang menyebut nama Yeda‛yah bin Asayahu.
Menurut para ahli, nama Asayahu disebut juga dalam Alkitab sebagai salah satu pejabat penting pada masa pemerintahan Raja Yosia.
Raja Yosia adalah salah satu raja Yehuda yang memerintah sekitar abad ke-7 sebelum Masehi dan dikenal karena pembaruan agamanya.
Dilansir dari Arkeonews, segel itu ditemukan dalam kondisi sangat baik dan bahkan masih menyimpan sidik jari yang mungkin milik orang yang membuat atau memakainya.
Sidik jari ini menambah nilai historis segel tersebut karena menjadi bukti langsung keterlibatan manusia di masa itu.
Baca Juga: Peringatan Misterius Berusia 1.600 Tahun Ditemukan di Gereja Kuno Kristen
Bentuk segel ini kecil dan bulat, biasanya dipakai untuk menutup wadah, tas, atau gulungan dokumen resmi agar tidak bisa dibuka tanpa izin.
Para peneliti percaya bahwa segel ini mungkin berasal dari arsip kerajaan atau kantor pejabat tinggi di masa itu.
Dengan kata lain, benda kecil ini bisa jadi menyimpan jejak dari sistem pemerintahan dan administrasi ribuan tahun lalu.
Menariknya, lokasi penemuan segel ini adalah hasil dari tanah yang dulu dibuang begitu saja saat pembangunan ilegal di sekitar Temple Mount.
Kini tanah itu disaring dan diteliti kembali dalam proyek besar Temple Mount Sifting Project sejak tahun 2004.
Proyek ini bertujuan untuk menyelamatkan dan meneliti sisa-sisa artefak dari area paling suci di Yerusalem.
Penemuan seperti ini sangat langka karena artefak yang menyebut nama orang secara jelas, apalagi yang cocok dengan nama dari kitab suci, sangat jarang ditemukan.
Peneliti utama dari proyek ini mengatakan bahwa penemuan segel ini bukan hanya penting secara sejarah, tapi juga bisa memperkuat pemahaman kita tentang kehidupan di Yerusalem zaman dahulu.
Anak-anak muda sekarang bisa belajar bahwa sejarah tidak hanya ada di buku, tapi bisa ditemukan langsung dari tanah yang kita injak.
Penemuan ini mengajarkan kita bahwa bukti-bukti masa lalu bisa memberi cahaya untuk memahami identitas dan nilai budaya kita hari ini.
Dan yang lebih keren, kita bisa melihat bahwa teknologi dan ketelitian bisa mengungkap rahasia yang telah terkubur selama ribuan tahun.
Penemuan ini jadi pengingat bahwa sejarah dan arkeologi bukan hanya untuk orang dewasa, tapi bisa jadi petualangan seru untuk siapa saja!
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan