RADARPAPUA - Sungai Sava di Bosnia dan Herzegovina menyimpan harta arkeologi langka berupa ratusan bipyramidal ingot besi yang diperkirakan berusia lebih dari 2.000 tahun.
Tim peneliti menemukan temuan ini di daerah Posavina hanya dalam waktu dua hari eksplorasi di tepi sungai.
Ingot ini diyakini merupakan setengah jadi, awalnya dipakai oleh pandai besi kuno untuk membuat alat dan senjata.
Sebelumnya, temuan serupa hanya sedikit ditemukan di museum-museum Eropa seperti di Prancis, Jerman, Slovenia, dan Sarajevo.
Namun di sini, ratusan ingot ditemukan sekaligus, menjadikannya kumpulan terbesar di Eropa.
Penemuan awal dilakukan oleh Pero Matkić, penggemar sejarah lokal, yang membagikan foto-foto ingot kepada museum “Vrata Bosne” di Tolisa.
Respon cepat dilakukan oleh tim profesional yang dipimpin Krunoslav Zubčić, arkeolog bawah air dari Croatia, dan Nikica Spudić dari tim penyelamat.
Profesor Jozo Jezerčić dari Museum Vrata Bosne menyatakan bahwa ingot berasal dari periode transisi budaya La Tène ke Romawi, yakni abad ke-1 hingga ke-2 SM.
Diduga muatan ini tenggelam saat terjadi badai atau konflik, karena beratnya muatan tak mampu diselamatkan ketika kapal karam.
Tim menggunakan teknik fotogrametri untuk membuat model 3D dan rencana topografi sebelum menaikkan setiap ingot satu per satu.
Ingot selanjutnya direndam dalam air suling agar tak berkarat sebelum dilakukan konservasi penuh.
Analisis kimia, termasuk pelacakan bijih asal, sedang dilakukan untuk melacak jalur perdagangan kuno antara Sava dan Eropa Tengah.
Temuan ini mengubah narasi bahwa Bosanska Posavina bukan wilayah pinggiran, melainkan jalur perdagangan penting zaman Romawi.
Kolaborasi internasional sudah dibentuk—dengan ahli dari Slovenia, Jerman, Prancis, dan Austria—untuk penelitian lebih lanjut.
Ingot ini bisa menjadi kunci memahami perdagangan logam dan teknologi metalurgi Pra-Romawi di Eropa.
Proses pendokumentasian temuan ini masih panjang, tetapi dianggap sebagai temuan arkeologi terpenting dalam beberapa dekade.
Ingots besi ini sekarang menjadi saksi bisu metode kerja pandai besi kuno dan kompleksitas perdagangan zaman dulu.
Studi lanjutan meliputi analisis isotop, struktur logam, dan konteks geografis ladang bijih kunonya.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan