Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Sturgeon Purba Kembali Menghuni Sungai Coosa

Richard Lawongan • Kamis, 7 Agustus 2025 | 19:19 WIB

Seekor ikan purba kembali muncul di Sungai Coosa, Georgia.
Seekor ikan purba kembali muncul di Sungai Coosa, Georgia.

RADARPAPUA - Selama jutaan tahun, ikan sturgeon telah berenang di perairan dunia, termasuk Sungai Coosa di Georgia. Namun, akibat pencemaran dan penangkapan berlebihan, spesies purba ini menghilang dari sungai tersebut. Kini, dua dekade setelah upaya reintroduksi dimulai, para peneliti dari University of Georgia menemukan bukti kuat bahwa ikan sturgeon berhasil bertahan hidup—dan bahkan berkembang biak secara alami.

Program reintroduksi dimulai pada 2002, dengan memindahkan telur sturgeon dari Wisconsin ke Georgia setiap tahun untuk ditetaskan dan dilepaskan ke Sungai Coosa. Namun, hingga kini masih menjadi pertanyaan besar: apakah ikan-ikan ini mampu bertahan di habitat baru dan menciptakan populasi mandiri tanpa bantuan manusia?

Studi terbaru yang dipimpin oleh Martin Hamel dari UGA menunjukkan hasil mengejutkan. Dengan menganalisis usia ikan dari sampel siripnya, tim menemukan individu yang diperkirakan menetas pada tahun 2020—masa ketika kegiatan pelepasan ikan dihentikan akibat pandemi COVID-19. Ini menjadi bukti kuat bahwa beberapa sturgeon berhasil berkembang biak secara alami.

Penemuan ini menjadi pencapaian penting dalam upaya pemulihan ekosistem. Reproduksi alami adalah indikator utama bahwa populasi dapat menjadi mandiri di masa depan. Meski belum bisa dikatakan pulih sepenuhnya, hasil ini memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup sturgeon di wilayah ini.

Lake sturgeon bukan sekadar spesies ikan purba, mereka juga memainkan peran penting dalam keseimbangan ekosistem sungai. Bagi para peneliti dan konservasionis, mengembalikan keberadaan mereka bukan hanya soal nostalgia, tapi soal menjaga keragaman hayati yang telah terancam punah.

Proyek ini akan terus dipantau dalam beberapa tahun ke depan untuk melihat apakah tren positif ini berlanjut. Seiring bertambahnya usia ikan-ikan yang dilepaskan, akan semakin mudah membedakan mana hasil pelepasan dan mana hasil reproduksi alami.

Dengan jejak sejarah sejak zaman dinosaurus dan karisma bentuk tubuhnya yang unik, sturgeon Coosa bukan sekadar ikan. Ia adalah simbol ketahanan, dan bukti bahwa alam bisa pulih—jika diberi kesempatan.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#sturgeon #Georgia #Sungai #ikan purba