RADARPAPUA - Tanla Platforms, perusahaan teknologi asal India, resmi menjalin kerja sama jangka panjang dengan Indosat Ooredoo Hutchison untuk menghadirkan sistem anti-spam dan scam berbasis AI di Indonesia
Sistem ini disebut Wisely.ai, yaitu platform AI-native yang dirancang khusus untuk mendeteksi dan menangkal pesan spam secara real-time
Wisely.ai dikembangkan dengan dukungan teknologi Generative AI dan pembelajaran mesin (machine learning), serta berjalan di infrastruktur canggih dari Nvidia GPU
Platform ini mampu memantau berbagai saluran komunikasi seperti SMS, suara (voice), dan VoIP, baik pada komunikasi aplikasi-ke-pengguna (A2P) maupun pengguna-ke-pengguna (P2P).
Solusi ini juga terintegrasi langsung dengan kartu SIM dan perangkat Android atau iOS, serta dilengkapi SDK untuk deteksi ancaman secara menyeluruh.
Ini merupakan pengembangan internasional besar pertama Tanla di luar India, menunjukkan ekspansi global strategi mereka.
Indosat memiliki sekitar 100 juta pelanggan di Indonesia, sehingga solusi ini berpotensi melindungi hampir seluruh pengguna dari spam dan penipuan digital.
Indonesia termasuk pasar besar untuk spam dunia, membuat kolaborasi ini sangat strategis dan penting di tingkat global.
Solusi Wisely.ai ditawarkan dalam model Subscription-as-a-Service (SaaS), sehingga Indosat dapat memanfaatkan tanpa beban pengembangan infrastruktur besar.
Platform ini dibangun di atas tiga lapisan utama: Data & Infrastruktur, Inti AI (Core AI Engines), dan Aplikasi—menjamin performa tinggi dan patuh regulasi lokal.
Menurut Uday Reddy, Founder & CEO Tanla, kerja sama ini adalah tonggak penting untuk memperluas teknologi mereka ke Asia Tenggara .
Vikram Sinha, CEO Indosat, menyebut bahwa proteksi digital adalah hak dasar pengguna, dan kolaborasi ini memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan digital .
Wisely.ai memproses data dalam jumlah besar secara real-time dengan latensi milidetik, memastikan deteksi ancaman cepat dan handal.
Platform ini juga mematuhi aturan data lokal dan kedaulatan data, penting untuk regulasi Telekomunikasi Indonesia.
Model AI yang digunakan mencakup AI klasik dan AI generatif, jadi sistem dapat memahami pola baru dan terus belajar sendir.
Tanla sebelumnya sudah sukses menerapkan sistem serupa di India, seperti di Vodafone Idea dan BSNL, sehingga pengalaman mereka kuat.
Perkembangan ini makin memperkuat profil Tanla sebagai penyedia solusi keamanan digital tingkat Telco-Grade secara global .
Di Indonesia, setiap tahun terdapat ratusan juta serangan siber, termasuk penipuan pesan, jadi solusi ini sangat dibutuhkan.
Dengan perlindungan menyeluruh di berbagai kanal dan perangkat, pengguna bisa merasa aman dalam berkomunikasi digital sehari-hari.
Langkah ini juga mencerminkan tren global di mana teknologi AI diterapkan untuk memperkukuh ekosistem telekomunikasi dan keamanan digital.
Kerja sama Tanla dan Indosat bisa menjadi awal transformasi besar dalam perlindungan komunikasi digital di Indonesia.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan