Gereja Triconch ini dibangun antara tahun 525–565 pada masa pemerintahan Kaisar Bizantium Justinian I.
Gereja ini memiliki arsitektur unik dengan tiga apsis melengkung yang berbentuk kerang (trikonchos), sebuah ciri khas gaya Bizantium awal.
Awalnya, bangunan ini didirikan sebagai kapel peringatan untuk sosok penting yang tidak tercatat identitasnya.
Beberapa abad kemudian, ditambahkan menara lonceng dan ruang kuburan berkubah yang mempertegas fungsi religius dan memorial tempat ini.
Penggalian pada tahun 1965 mengungkap bahwa gereja ini pernah berada di tengah kompleks pemakaman, dengan banyak makam anak-anak mengelilinginya.
Fondasi batu gereja masih utuh dengan mortar kapur, mencerminkan kualitas konstruksi Bizantium yang tahan lama.
Struktur ini adalah jejak terawal religi Kristen di kawasan Balkans Barat dan contoh langka arsitektur Bizantium di sana.
Sayangnya, kondisi bangunan kini memprihatinkan karena erosi alami dan kurangnya perawatan yang memadai.
Kawasan ini telah ditetapkan sebagai monumen budaya yang dilindungi secara resmi.
Gereja Triconch menjadi simbol penting dalam memahami peralihan keagamaan dan politik di Montenegro abad pertengahan awal.
Baca Juga: Sturgeon Purba Kembali Menghuni Sungai Coosa
Temuan fragmen dekoratif dan nekropolis memperkaya pengertian kita tentang praktik kuburan kuno di Bar.
Eksplorasi situs terus dilanjutkan, namun tidak dipublikasikan detail teknis lebih lanjut dari penggalian awal.
Bangunan ini kini sangat rentan terhadap tekanan lingkungan kota yang berkembang pesat.
Peneliti berharap pihak berwenang dan komunitas lokal bersama-sama merawat warisan ini agar tidak hilang.
Gereja Triconch tak hanya peninggalan fisik, tapi juga ikon petualangan spiritual masa lalu.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan