Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Doggerland dan Beringia: Daratan Hilang yang Mengubah Peta Migrasi Manusia Purba

Prisilia Rumengan • Senin, 11 Agustus 2025 | 18:28 WIB

Migrasi Manusia Purba (background credit : National Geographic/edited by canva.com)
Migrasi Manusia Purba (background credit : National Geographic/edited by canva.com)

RADARPAPUA – Jauh sebelum dunia mengenal benua dan negara seperti sekarang, daratan luas yang kini tenggelam pernah menjadi rumah bagi manusia purba.

Doggerland di Laut Utara dan Beringia di antara Asia dan Amerika Utara adalah dua contoh wilayah yang berperan besar dalam sejarah migrasi manusia.

Doggerland dulunya merupakan wilayah subur yang dihuni pemburu-pengumpul pada Zaman Batu.

Beringia, di sisi lain, menjadi jembatan alami yang memungkinkan nenek moyang penduduk asli Amerika menyeberang dari Siberia ke Alaska sekitar 20.000 tahun lalu.

Riset arkeologi menunjukkan bahwa perubahan iklim dan naiknya permukaan laut pasca zaman es memaksa manusia untuk beradaptasi, berpindah, dan mengembangkan teknologi bertahan hidup baru.

Penemuan artefak, tulang hewan, dan sisa-sisa pemukiman memberikan gambaran jelas bagaimana manusia membangun kehidupan di wilayah yang kini berada di bawah air.

Fakta ini juga memperkuat teori bahwa migrasi manusia tidak selalu terjadi karena konflik atau bencana, melainkan sebagai respons alami terhadap dinamika bumi.

Para peneliti percaya, mempelajari kisah Doggerland dan Beringia dapat membantu kita memahami bagaimana manusia masa kini akan menghadapi perubahan iklim di masa depan.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Doggerland #daratan hilang #arkeologi #Peradaban Kuno #sejarah #Migrasi manusia purba #manusia purba