Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Perdagangan Kuno Asia Tenggara Terungkap Lewat Analisis Koin

Richard Lawongan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:17 WIB
Berbagai koin
Berbagai koin

RADARPAPUA - Para arkeolog menganalisis lebih dari 200 koin dari Asia Tenggara daratan pada milenium pertama Masehi, mengungkap adanya jaringan ekonomi jarak jauh yang memfasilitasi perdagangan dan interaksi budaya luas di kawasan ini. Catatan Tiongkok sejak abad ke-2 M menyebut peran penting kerajaan-kerajaan Asia Tenggara dalam jalur perdagangan yang membentang dari Timur Dekat hingga Tiongkok.

Bukti arkeologis menunjukkan masuknya berbagai barang mewah seperti kaca Romawi, perhiasan India, dan keramik Persia, Asia Barat Daya, serta Tiongkok. Sering kali, temuan tersebut disertai koin perak dengan gambar matahari terbit di satu sisi dan simbol Srivatsa di sisi lainnya. Koin ini dibuat menggunakan cetakan logam untuk mencetak desain di kedua sisi.

Koin bermotif Matahari Terbit/Srivatsa ditemukan dari Bangladesh hingga Vietnam, mencakup seluruh kawasan Asia Tenggara yang terindianisasi. Namun, berbeda dengan koin Romawi, India, atau Asia Tengah, koin ini jarang diteliti secara menyeluruh. Tim peneliti dari National University of Singapore mengumpulkan 245 koin dengan asal-usul jelas untuk diteliti sebagai bagian dari jaringan ekonomi dan budaya lintas wilayah.

Hasilnya menunjukkan banyak keterkaitan antar-koin di seluruh kawasan, menandakan adanya perubahan besar dalam ekonomi berbasis mata uang dan hubungan politik yang mendukungnya. Temuan mengejutkan datang dari satu koin Bangladesh dan satu koin Vietnam yang ternyata dibuat dengan cetakan yang sama, menunjukkan kemungkinan dicetak oleh pihak atau kerajaan yang sama meski jaraknya ribuan kilometer.

Bukti ini menegaskan bahwa mata uang kuno memainkan peran penting dalam membentuk perdagangan dan koneksi budaya di Asia Tenggara, seperti halnya di Romawi, India, dan Asia Tengah. Penelitian ini juga membantu memetakan pelabuhan dan permukiman penting, serta perkembangan ekonomi berbasis mata uang di kawasan tersebut.

Selain itu, studi cetakan koin dapat membantu mencegah penjarahan dan melindungi warisan budaya, terutama di wilayah konflik seperti Myanmar. Banyak koin kuno yang dijarah, dilebur, atau disembunyikan di koleksi pribadi. Dengan analisis cetakan, asal-usul koin bisa dilacak dan pemalsuan dapat terungkap.

Peneliti menegaskan, metode ini tak hanya memperluas wawasan sejarah perdagangan Asia Tenggara, tetapi juga menjadi alat penting melawan perdagangan ilegal artefak kuno, memastikan kisah ekonomi dan budaya masa lalu tetap terjaga.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#koin #kuno #arkeologi #sejarah