Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Bukti Modifikasi Tengkorak Tertua di Eropa Ditemukan di Italia

Richard Lawongan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:20 WIB

Rekonstruksi virtual AC12 V1 dengan landmark dan semilandmark.
Rekonstruksi virtual AC12 V1 dengan landmark dan semilandmark.

RADARPAPUA - Tim peneliti yang dipimpin University of Florence menemukan bukti awal praktik artificial cranial modification (ACM) di Eurasia pada sisa manusia dari Gua Arene Candide, Italia. Analisis bentuk menunjukkan tengkorak ini masuk dalam kelompok ACM dan berusia antara 12.620–12.190 tahun lalu, menjadikannya kasus tertua di Eropa.

Sepanjang sejarah, manusia telah melakukan modifikasi tubuh sebagai simbol nilai budaya dan identitas sosial. Berbeda dengan tato atau tindik yang sulit bertahan dalam catatan arkeologi, jejak modifikasi pada tulang, seperti perubahan bentuk tengkorak, memberikan bukti permanen praktik tersebut.

ACM dilakukan dengan memberi tekanan pada kepala bayi sebelum tulang tengkorak menyatu. Ada dua tipe umum: modifikasi tabular dengan papan kayu yang meratakan bagian depan dan belakang kepala, dan modifikasi annular dengan kain ikat yang memanjangkan bentuk tengkorak.

Penelitian ini membandingkan tengkorak individu AC12 dari Arene Candide dengan sampel dari periode Paleolitik Akhir, Mesolitik, Neolitik, serta kasus ACM global. Hasil analisis statistik menunjukkan AC12 berkelompok dengan modifikasi tipe annular, bukan hasil kelainan patologis.

Tengkorak AC12 ditemukan dalam konteks pemakaman kompleks, diletakkan di atas individu lain (AC15) dalam ceruk batu. Posisi dan perlakuan ini menunjukkan adanya makna simbolis, kemungkinan sebagai penanda identitas yang diwariskan antar generasi.

Menariknya, hanya satu dari lima tengkorak utuh di situs ini yang menunjukkan modifikasi, mengindikasikan bahwa praktik ini menjadi ciri kelompok tertentu, bukan seluruh komunitas pemburu-pengumpul setempat.

Penemuan ini menguatkan dugaan bahwa modifikasi tengkorak memiliki akar Paleolitik di Eropa, sejalan dengan praktik serupa yang tersebar di berbagai belahan dunia, dan menjadi bukti penting dalam memahami bagaimana identitas dibentuk serta diwariskan pada masa prasejarah.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#tengkorak #Paleolitik #arkeologi #sejarah