Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Apple dan Elon Musk Bersitegang setelah Tuduhan Favoritisme terhadap ChatGPT Muncul

Prisilia Rumengan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 22:27 WIB

Postingan Elon Musk di Aplikasi X (credit: gsmarena.com)
Postingan Elon Musk di Aplikasi X (credit: gsmarena.com)

RADARPAPUA – Hubungan antara Elon Musk dan Apple kembali memanas setelah CEO Tesla dan SpaceX itu menuduh perusahaan teknologi raksasa tersebut memprioritaskan OpenAI dan mendorong ChatGPT hingga menduduki puncak tangga lagu App Store.

Dalam pernyataannya, Musk mengklaim bahwa langkah tersebut melanggar hukum antimonopoli dan menyebut xAI, perusahaan AI miliknya, “akan segera mengambil tindakan hukum” terkait hal ini.

Meski belum ada konfirmasi resmi apakah Musk benar-benar akan menindaklanjuti ancamannya, Apple segera merespons tuduhan tersebut melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada Bloomberg.

Dalam klarifikasinya, Apple membantah adanya favoritisme terhadap OpenAI atau aplikasi tertentu lainnya di App Store.

“Kami menampilkan ribuan aplikasi melalui bagan, rekomendasi algoritmik, dan daftar kurasi yang dipilih oleh para ahli menggunakan kriteria objektif. Tujuan kami adalah menawarkan penemuan yang aman bagi pengguna dan peluang berharga bagi pengembang, bekerja sama dengan banyak pihak untuk meningkatkan visibilitas aplikasi dalam kategori yang berkembang pesat,” tulis Apple dalam pernyataannya.

Ketegangan ini bermula dari pengumuman kemitraan strategis antara Apple dan OpenAI di ajang WWDC 2024. Melalui kerja sama tersebut, ChatGPT diintegrasikan ke dalam ekosistem Apple, termasuk di fitur Apple Intelligence yang menjadi sorotan tahun ini.

Walaupun kedua perusahaan menegaskan bahwa tidak ada keuntungan finansial langsung dari kolaborasi itu, eksposur yang diterima ChatGPT meningkat drastis.

Namun, Apple juga mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya bekerja sama dengan OpenAI. Perusahaan berencana mengintegrasikan model AI dari Google dan Anthropic ke dalam Apple Intelligence di masa mendatang. Bahkan sebelum integrasi ChatGPT, App Store sempat menempatkan aplikasi AI lain seperti DeepSeek dan Perplexity di posisi teratas pada awal tahun ini. Fakta ini, menurut pengamat teknologi, menunjukkan bahwa peringkat di App Store tidak hanya didominasi oleh OpenAI.

Pernyataan Elon Musk ini menambah daftar panjang kritiknya terhadap berbagai perusahaan teknologi besar. Musk, yang memiliki ambisi besar di bidang kecerdasan buatan melalui xAI, diketahui sedang gencar mempromosikan alternatif ChatGPT seperti Grok.

Persaingan ketat di dunia AI generatif membuat setiap langkah strategis para pemain besar dipantau ketat publik.

Bagaimanapun, kasus ini belum memasuki ranah hukum. Jika Musk benar-benar membawa masalah ini ke pengadilan, persaingan bisnis AI antara perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, OpenAI, dan xAI akan semakin memanas dan bisa memicu perdebatan baru mengenai praktik monopoli di industri teknologi.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#Elon Musk #aplikasi x #Teknologi #app store #apple #ChatGPT #favoritisme #GROK